44 Desa di Bojonegoro Rawan Kekeringan

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Sebanyak 44 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, rawan kekeringan. Bahkan sejumlah desa sudah mengajukan bantuan air bersih kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

Sesuai data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, desa yang mengajukan bantuan air bersih itu adalah Megale, Kecamatan Kedungadem, Desa Wedoro, Kecamatan Sugihwaras dan Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.

“Jumlah ini kita perkirakan akan terus bertambah karena kemarau masih terus berlangsung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Amir Syahid kepada suarabanyuurip.com.

Sesuai hasil pemetaan yang dilakukan BPBD,  44 desa yang rawan kekeringan itu tersebar di Kecamatan Bubulan adalah Desa Ngorogunung, Kecamatan Kasiman yaitu Desa Ngaglik, Kasiman, dan Tambakmerak, di Kecamatan Sugihwaras adalah Desa Wedoro, Kedungdowo, Panunggalang, Bareng, Alasgung, Sugihwaras, Jatitengah, Glagah, dan Nglajang.

Kemudian di Kecamatan Ngasem meliputi Desa Butoh, Trenggulungan, Kolong, Tengger, Bareng, Ngasem. Di Kecamatan Temayang yakni Desa Bakulan dan Pandantoyo. Di Kecamatan Kedewan adalah Desa Hargomulyo dan Wonocolo.

Baca Juga :   Gegara Pandemi COVID-19, 150 KK Perajin Gerabah Rendeng Tutup Lapak

Di Kecamatan Dander ada tujuh desa yakni Desa Ngumpakdalem, Sumbertlases, Ngulanan, Jatiblimbing, Kunci, Karangsono, dan Sumberagung. Di Kecamatan Kedungadem yaitu Desa Kedungadem, Duwel, Geger, Balongcabe, Tlogoagung, Jamberejo, Ngrandu, Babad, Megale, Kedungrejo, dan Sidomulyo.

Untuk di Kecamatan Tambakrejo meliputi Desa Jatimulyo, Malingmati, dan Gamongan. Di Kecamatan Sekar adalah Desa Bareng dan Bobol. Sedangkan di Kecamatan Kepohbaru adalah Desa Sidomukti, Mojosari, dan Pejok.

“Jumlah desa yang berpotensi rawan kekeringan ini mengalami penurun dibanding tahun 2013 kemarin sebanyak 49 desa di 16 kecamatan,” ujar Amir.

Menurut mantan Camat Balen itu, menurunnya jumlah desa yang rawan kekeringan itu dikarenakan kemarau tahun 2014 ini diprediksi tak sepanjang tahun 2013 lalu. Sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meterologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur yang diterima BPBD Bojonegoro, prakiraan curah hujan di wilayah Bojonegoro pada Agustus – September ini 0-20 mm dan bawah normal 51-84%, dan bulan Nopember curah hujan antara 51-100 mm dan normal 85-115%.

Baca Juga :   Tripatra Cek Air Sumur Bau Solar

“Selain itu juga adanya pembangunan embung dan waduk di desa-desa yang masih bisa menyimpan air hujan,” tegas Amir.

Untuk mengantisipasi bencana kekeringan ini BPBD telah menyaipkan 4 mobil tangki air bersih berkapasitas 4 ribu liter dan mobil multi guna di tiga pos pembantu di Kecamatan Baurno, Temayang dan Padangan.

“Selain bisa digunakan untuk kebakaran, juga dapat mengirim air bersih,” ucap Amir.

Dia menghimbau bagi warga yang sudah kesulitan air bersih agar secepatnya melaporkan ke pemerintah desa setempat agar dapat disampaikan permohonan bantuan melalui surat resmi ke Pemkab Bojonegoro.(suko)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *