SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kecamatan yang menjadi wilayah eksploitasi Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban di wilayah Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menjadi wilayah terluas yang mengalami lahan puso.
Data yang dihimpun Suarabanyuurip.com, Rabu (27/8/2014), di Kecamatan Soko ada sekitar 425 hektar lahan yang gagal panen akibat lahannya puso. Kecamatan lain yang juga mengalami puso adalah Kecamatan Bancar seluas 44 hektar, dan Kecamatan Rengel seluas 12 hektar. Data ini merupakan data yang dihimpun terakhir kali, yaitu pada bulan Juli 2014 lalu.
“Jadi luas total padi yang mengalami puso di Kabupaten Tuban mencapai 481 hektar, terluas ada di wilayah Kecamatan Soko,†terang Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Pangan dan Holtikultura, Suparno, Rabu (27/8/2014).
Jumlah ini sama dengan 4 kali lipatnya lahan yang terkena puso pada tahun sebelumnya. Tahun 2014 lalu luas lahan padi yang terkena puso hanya 100 hektar. Kerugian yang diderita petani Tuban diperkirakan mencapai Rp3,3 milyar. Asumsinya satu hektar lahan yang gagal panen, petani akan merugi sekitar Rp7 juta sampai Rp8 juta.
Rata-rata padi yang mengalami puso ini berumur 50 sampai 80 hari setelah tanam (HST). Tanaman mengalami gagal panen akibat kekurangan air, dan tanah cepat sekali kering.
Dia mengaku, pihaknya sudah berupaya melaporkan, dan meminta bantuan ke Kementerian Pertanian yang ada di Jakarta. Harapannya supaya petani mendapatkan kompensasi, dan bantuan berupa pupuk, dan bibit yang siap tanam kembali.
Jumlah ini pun diperkirakan akan meningkat, mengingat pihaknya masih menunggu laporan dari Kecamatan Parengan yang juga mengalami hal yang sama. “Jumlah lahan puso di Kecamatan Parengan belum terdata, jumlah ini diperkirakan meningkat tajam,†tandasnya. (edp)