SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Prosesi tahunan siraman Waranggana di sendang Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menarik perhatian pengunjung dari mancanegara, Rabu (27/8/2014).
Mereka adalah mahasiswa yang berasal dari Malaysia, Singapura, Australia, Afganistan, Kamboja, dan beberapa negara lain. Merupakan hasil kerja sama untuk pertukaran mahasiswa asal Indonesia dengan mahasiswa asal negara sahabat tersebut.
Mereka tampak antusias mengabadikan semua prosesi yang dilakukan puluhan seniman Langen Tayub tersebut. Mulai dari kirab, pengalungan kembang, wisuda, menabur bunga setaman di sendang, sampai pada prosesi siraman yang dilakukan di Sendang Bektiharjo.
“Kita memang sengaja mengundang mahasiswa (dari luar negeri) itu, tujuan kita ya untuk promosi wisata di lokasi ini,†kata Kepala Seksi (Kasi) Seni dan Kebudayaan, Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Sumardi (27/8/2014).
Salah satu mahasiswa asal Afganistan, Mohammad Ayub, mengaku, melihat tradisi yang unik yang dilakukan para peserta siraman. “Saya melihat ini tradisi yang menarik,†kata Ayub dengan Bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Yang dia maksud dengan unik adalah, kentalnya tradisi Hindu selama proses prosesi. Padahal dapat dipastikan peserta semuanya beragama Islam.
“Saya tidak tahu apa agama mereka (peserta siraman), tapi saya melihat ada tradisi Hindu yang cukup kental. Ini merupakan acara yang menarik, dan unik,†tandasnya. (edp)