SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemerintah Desa (pemdes) Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta agar percepatan produksi puncak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, jangan sampai menggangu lingkungan warga sekitar.
“Saya ingatkan jangan sampai warga sekitar kena dampaknya,” kata Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (28/8/2014).
Dia mengungkapkan, belum lama ini pihaknya turut berperan melakukan perumusan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) bersama sejumlah pihak terkait. Mulai dari MCL, SKK Migas, hingga Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Dia menambahkan, dalam pertemuan tersebut dibahas produksi puncak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu akan ditingkatkan, dari yang saat ini sebesar 30 ribu bph akan ditambah 10 ribu bph pada September mendatang. Secara teknis dengan tambahan tersebut nantinya akan ada pembungan gas flare seperti yang terdapat di Gas Oil Separation Plan (GOSP).
“Kemungkinan kobaran apinya akan lebih besar karena pembuangan gasnya tidak diinjeksikan. Peralatannya belum siap,” tuturnya.
Winto menegaskan pihaknya tetap mendukung upaya yang dilakukan. Namun, dia ingin agar dalam perumusan Amdal juga memikirkan potensi-potensi dampaknya terhadap kondisi lingkungan dan sosial warga sekitar.
“Yang terpenting bagaimana nanti dampaknya terhadap lingkungan sosial,” ucapnya. (roz)