Warga Nyaris tertipu Kerja di Migas

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Seorang warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku mendapat tawaran pekerjaan di proyek Minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Namun tawaran itu ditolak karena ditengarai tawaran itu adalah penipuan tenaga kerja sebab ia dimintai sejumlah uang.

Pemuda yang mengaku mendapat tawaran pekerjaan itu adalah Purwadi, warga Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. 

“Perasaan jadi gak enak karena orangnya meragukan,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Kamis (28/8/2014).

Dia mengaku, awalnya sempat tertarik dengan tawaran itu lantaran gaji yang ditawarkan terbilang besar. Yakni Rp.7,6 – 9 juta dengan dipekerjakan sebagai safety.

“Kalau dilogika siapa mas yang gak tergoda gaji sebesar itu,” tuturnya.

Purwadi menerangkan, orang yang menawarkan pekerjaan tersebut mengaku bekerja sebagai supervisor di operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL). Bahkan, lanjut Purwadi, dirinya sempat diajak bertemu di depan kantor MCL di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu.

“Tadi saya sempat tanyakan ke sekurity di kantornya MCL, tapi katanya tidak ada nama orang yang bersangkutan,” imbuhnya.

Baca Juga :   Rekomendasikan Inspektorat Periksa Sewa TKD Gayam

Purwadi mengungkapkan, mengenalnya dari salah satu temannya yang ikut bekerja di proyek Banyuurip. Kemudian, dia diberikan nomor kontak orang yang mengaku supervisor tersebut.

“Kata teman saya ada orang mencari tenaga kerja sebanyak lima orang, kemudian saya dikasih nomor teleponnya,” ucapnya.

Setelah itu, lanjut pria yang bekerja sebagai marketing sabun ini, menghubungi yang bersangkutan. Kemudian diminta membuat surat lamaran pekerjaan dan meminta uang Rp1.200.000 ribu untuk biaya medical check up (MCU) sebagai syarat memperoleh sertifikasi migas.    

“Dua hari yang lalu saya hubungi katanya saya akan di MCU. Tapi sebelumnya disuruh mentransfer uangnya,” paparnya.

Akan tetapi, lantaran sudah merasa curiga, Purwadi enggan menuruti permintaan itu, meskipun sedang membutuhkan pekerjaan. 

“Tetap masih butuh kerja tapi saya harus berhati-hati, karena penipuan dengan modus ini sudah sering saya dengar,” kata dia. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *