SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pemerintah Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berharap sektor kewirausahaan lebih bisa dikembangkan didaerah sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu.
“Saya kira itu sebagai salah satu solusinya agar ekonomi masyarakat tetap stabil,” kata Kepala Desa Ngraho, Samad kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (29/8/2014).
Ia mengungkapkan, sebagai desa yang berada di dekat lokasi proyek migas, tantangan terbesarnya adalah persoalan sosial pasca konstruksi pengerjaan proyek Banyuurip rampung.
“Nah, itu yang membuat bingung,” ujarnya.
Samad mengakui saat ini ketergantungan masyarakat terhadap proyek cukup tinggi. Sebab penyerapan tenaga kerja juga berasal dari wilayah desa sekitar. Namun begitu, dia beranggapan kondisi demikian tidak hanyalah sementara. Berdasarkan koordinasinya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, menurutnya potensi pengangguran akan banyak terjadi setelah proyek selesai.
“Informasi yang saya terima dari pemkab pengangguran bisa mencapai 5000 orang lebih,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Desa Ngraho sendiri wilayahnya terdapat pengerjaan EPC-5 Proyek Banyuurip Blok Cepu. (roz)Â