SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Persoalan pembebasan lahan untuk jalur pipa gas dari Sumur NKT-01 TW menuju Central Processing Plant (CPP) Gundih masih menuai permasalahan yang cukup alot. Terbukti, warga Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menolak harga yang ditawarkan Pertamina senilai Rp120.000/M2.
Karena warga tetap bertahan pada harga yang diingingkan sebelumnya yaitu Rp500.000/M2.
Sehingga, kesepakatan harga dalam perundingan antara Pertamina dengan warga setempat yang dilaksanakan di Balai Desa Pulo, Rabu (17/2/2018) belum ada titik temu. Kondisi tersebut, memaksa Pertamina berencana mengambil langkah alternatif lain apabila tidak terjalin kesepakatan harga.
Zubaidah, warga RT/RW 4/1, menyatakan, jika pihaknya tetap bertahan pada angka Rp500.000 bersih. “Setelah dibicarakan dengan keluarga, kami memutuskan harga tetap Rp500.000/meter persegi (m2). Kalau tidak, ya sewa,” terangnya saat pertemuan dengan Pertamina, di Balai Desa Pulo, Rabu (17/1/2018).
Berbeda dengan Suwarno. Dirinya hanya memasang harga lahannya senilai Rp300.000/m2. “Pertamina menaikkan, kami nanti coba akan menurunkan,” jelasnya.
Sementara, Land Matter Analyst Pertamina EP Asset 4, Rahardyan Prasetyo, menjelaskan, bahwa harga bersih dari Pertamina untuk per-meter lahan sebesar Rp120.000. Dirinya mengaku tidak bisa mengakomodir permintaan warga atas harga yang ditawarkan.
“Ini sudah harga bersih,” kata dia.
Menurut dia, harga tersebut sudah bersih tidak ada potongan pajak atau biaya lain yang timbul dari pembebasan lahan tersebut.
“Untuk biaya ukur, biaya pajak yang seharusnya dibebankan kepada warga, ditanggung oleh Pertamina. Biaya pemecahan sertifikat juga akan ditanggung oleh Pertamina,” tandasnya.
Bukan hanya tanah yang akan dibeli oleh Pertamina. Akan tetapi, pohon dan bangunan yang terdampak juga akan diperhitungkan untuk mendapat ganti.
Dian, sapaan akrabnya menegaskan, akan mencari alaternatif lain lantaran tidak adanya kesepakatan harga. “Kami akan mencoba cari alternatif lain. Di sebelah kanan atau kiri Desa Pulo,” tegasnya.(ams)