Al-Kahfi : Ini Ujian Bagi Kami

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Kendati diisukan sebagai yayasan yang mengajarkan aliran sesat, namun pengurus Yayasan Al-Kahfi tetap bergeming. Mereka menyebut kabar tak benar itu sebagai ujian bagi yayasan yang beralamat di Jalan Gilang Baru Gang 3, Kelurahan Babat, Kecamatan babat, Kabupaten Lamongan Jawa Timur itu.

“Tidak benar sama sekali jika selama ini Yayasan Al-Kahfi dikatakan menyiarkan ajaran sesat. Seperti dituduh mengajarkan sholat hanya cukup tiga kali, “ kata Sari dari Yayasan Al-Kahfi kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (2/9/2014).

Sari yang kala itu didampingti Achmad, pengurus yayasan lainnya, menambahkan, selama ini aktifitas yang dilakukan yayasan, selain membuka TBM gratis bagi masyarakat, juga memberikan bimbingan pelajaran di luar jam sekolah bagi siswa SD hingga SMA.

“Kegiatannya mereka bisa datang ke sini sore atau malam sepulang jam sekolah, atau anggota kami yang datang ke rumah warga sesuai dengan permintaan,“ terang Sari.

Sedangkan Achmad menambahkan, selain memberikan bimbingan belajar pengurus Yayasan juga memberikan siraman rohani sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga :   PHK Sepihak Jurnalis Akurat.co Berlanjut ke Meja Hijau

“Siraman rohani yang diberikan sifatnya juga hal yang umum, seperti yang diajarkan Islam,“ papar lelaki asal Surabaya ini.

Di wilayah Babat, yayasan  ini memiliki dua tempat. Satu rumah menjadi kantor sekaligus pusat aktifitas Yayasan Al-Kahfi. Sedang rumah lainnya yang lebih kecil dipergunakan sebagai tempat istirahat para anggota putra. Dua rumah ini terpisah walau masih dalam wilayah RW 11.

Sayangnya pimpinan Yayasan Al-Kahfi, Babat, Winarti, tak berhasil ditemui.  Menurut Sari, ketua yayasan tersebut sedang pergi ke kantor pusat di kota Lamongan.

Total pengurus dan anggota Yayasan Al-Khafi sekitar 15 orang. Sebagian besar anggota adalah para pelajar SMA di Babat yang domisilinya di luar Kecamatan Babat. Seperti dari Kecamatan Sekaran, dan Kecamatan Paciran.

“Mereka tinggal di Yayasan di dua rumah terpisah. Putra dan putri sendiri. Selama tinggal disini, selain bebas uang kos, dan biaya makan, mereka membantu memberikan les pada anak-anak SD,“ katanya.

Menurutnya, sejak adanya isu Yayasan Al-Kahfi menyiarkan ajaran sesat, banyak aparat yang mendatangi tempat tersebut.  “Ada sekitar tujuh orang yang datang. Dari polisi, Pol PP, dan entah siapa lagi. Mereka bertanya tentang banyak hal, termasuk surat ijin Yayasan Al-Kahfi. Mereka kami berikan foto copy surat-surat yayasan, “ cetus Achmad.

Baca Juga :   Dua Perusahaan di Bojonegoro Terapkan UUP

Pihak yayasan, menurutnya, sudah meminta klarifikasi kepada Kepala Sekolah SMAN Babat, Muki, yang menjadi awal berhembusnya isu tersebut.

“Saat kami klarifikasi pihak sekolah hanya mengatakan mendapatkan laporan dari siswa, dan menindaklanjuti dengan rapat tersebut kemarin,“ imbuhnya.

Ditanya langkah-langkah apa yang akan dilakukan pihak Yayasan Kemudian, baik Sari maupun Achmad mengaku, tidak tahu karena semua kewenangan ada pada ketua yayasan.

“Apa yang menimpa saat ini bagi kami merupakan ujian bagi yayasan, “ cetus Sari.

Kasek SMA Negeri Babat Muki dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com melalui ponselnya tentang awal mengundang wali murid, dan Muspika Babat untuk menyikapi Yayasan Al-Kahfi hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *