SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mencapai angka yang cukup fantastis.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, saat ini pengidap virus yang ditularkan melalui nyamuk aides aigepty itu sudah mencapai sekira 113 orang. Jumlah itu terhitung mulai Januari hingga Agustus 2014 kemarin. Bahkan satu orang, dikabarkan meninggal dunia akibat terserang DBD.
“Sudah ada 113 orang yang terkena DBD, sementara itu juga sudah ada 1 orang yang meninggal dunia,” kata Kepala Dinkes Tuban, Syaiful Hadi, Selasa (2/9/2014).
Syaiful mengatakan, kalau serangan DBD diperkirakan akan mengalami penurunan pada bulan September ini. Kendati demikian dia meminta warga tetap waspada, terutama pada bulan berikutnya, yaitu Bulan Oktober.
“Kalau pada Bulan Oktober diperkirakan akan mulai musim penghujan, biasanya nyamuk aides aigepty akan berkembang biak dengan cepat,” jelas Syaiful.
Dia mengaku, telah menurunkan petugas untuk melakukan fogging (pengasapan) serta membagikan bubuk abate kepada warga. Namun begitu, dia tetap meminta kepada warga untuk melakukan gaya hidup bersih. Baik itu di rumah ataupun di lingkungan yang lebih luas.
“Salah satunya dengan rumus menguras dan menutup genangan air, dan juga melakukan penguburan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa malapetaka ini,” kata Syaiful.
Sementara itu, beberapa wilayah yang banyak mengalami serangan DBD meliputi wilayah Tuban kota, Kecamatan Palang, dan juga Kecamatan Semanding.
Selain itu, DBD juga ditemui di Kecamatan Jenu dan Tambakboyo.(edp)