SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Musim sepi ikan menjadikan banyak nelayan di wilayah Pantura lamongan, Jawa Timur memilih untuk tidak melaut. Dampaknya harga ikan di pasaran naik 20 persen.
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Samiaji membenarkan jika sebagian besar nelayan libur melaut. Selain cuaca di laut yang ekstrem, juga akibat dampak badai El-nino yang menjadikan hasil tangkapan relatif sepi pada September ini.
“Kalau melaut hasil ikannya sepi. Keuntungannya kecil dibanding resiko yang harus dihadapi,” kata Samiaji.
Akibat sedikitnya nelayan yang melaut, lanjut dia, berdampak pada kenaikan harga ikan. Menurutnya rata-rata harga ikan naik hingga 20 persen. Saat ini harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa labuhan ikan tongkol Rp 11 ribu/ kilogram, cumi-cumi Rp24 ribu/kg, tengiri Rp28 ribu perkilogram.
“Harga ini sama di setiap TPI di Lamongan,” cetus Samiaji.
Salah satu nelayan Nurdin mengaku, tidak melaut selama sepekan ini. Sepinya hasil tangkapan dan cuaca yang tidak menentu di laut menjadi alasan dirinya menggantungkan jaring.
“Ndak sumbut mas hasilnya melaut. Jadi mendingan prei dulu,” sambung Nurdin.(tok)