SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Siang itu, Kamis (4/9/2014), suasana belajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Purwosari I di Desa Pojok, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya. Para siswa yang biasanya pasif dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, tiba-tiba menjadi interaktif.
Tak ada beban dan ketakutan dalam wajah mereka. Justru para siswa terlihat lebih enjoy belajar bahasa asing. Bahkan mereka tampak interaktif.
Antusias para siswa itu tak lain dikarenakan pada hari itu mereka diajar oleh guru relawan bernama Bridget Ginty, (25), yang berasal dari New Hampshire, salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Interaksi antara para siswa dengan guru relawan Bridget Ginty itu berjalan baik karena sang guru menguasai Bahasa Indonesia dengan lancar. Terbukti, saat Bridget melontarkan pertanyaan dalam bahasa Inggris para siswa juga tampak berebutan mengacungkan jari tangan.
Kegiatan belajar mengajar dengan guru dari luar negeri merupakan pengalaman berharga bagi para siswa SMK Negeri Purwosari I, karena sebagian besar siswa di sekolah ini berasal dari daerah pelosok pedesaan dan daerah tertinggal. Dalam kegiatan belajar mengajar itu menempati ruang kelas sederhana di dekat kawasan hutan wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan.
“Saya senang sekali bisa belajar bahasa Inggris dengan bu Bridget. Sebab apa yang disampaikan mudah dicerna dan dipahami,†ujar Fikih Suprayitno, siswa kelas 11 usai mengikuti pelajaran bahasa Inggris.
Dia mengatakan, setiap kali pertemuan membahas tentang tema tertentu tetapi dalam Bahasa Inggris. Misalnya dalam pertemuan terakhir antara siswa dengan guru relawan Bridget itu membahas tentang makna simpati dengan empati.
“Proses pembelajarannya menjadi menarik dan tidak membosankan. Sebab, lebih banyak percakapan langsung,†ungkap Fiqih ditimpali teman-temannya.
Bridget Ginty baru mengajar di SMK Negeri I Purwosari sejak dua bulan lalu. Ia mengajar mata pelajaran bahasa Inggris untuk kelas 10, 11, dan 12 di SMK Negeri Purwosari I itu. Ia mengajar mulai hari Senin hingga Kamis dengan jumlah jam pelajaran sekitar 20 jam.
“Sebetulnya saya lulusan hubungan internasional dari George Washington University di Washington DC. Tetapi, saya di Indonesia mengajar bahasa Inggris,†ungkap Bridget Ginty usai mengajar.
Bridget Ginty dan 59 guru relawan lainnya dari Amerika Serikat didatangkan ke Indonesia dan ditempatkan di Jawa Timur dan Jawa Barat untuk mengajar dan berbagi pengalaman dengan para siswa tingkat SMP, SMA dan SMK. Mereka menjadi relawan guru dibawa naungan organisasi Peace Corps, sebuah organisasi relawan milik pemerintah Amerika Serikat.
Di wilayah Bojonegoro sejumlah relawan guru ini ditempatkan di Kecamatan Ngraho, Kasiman, Purwosari, dan Ngasem. Para guru relawan ini juga tinggal di rumah penduduk di dekat sekolah. Bridget Ginty misalnya tinggal di salah satu rumah di Desa Pojok, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.
Selama berada di Bojonegoro Bridget Ginty mengaku banyak terkesan dengan budaya dan kehidupan masyarakatnya. Ia menilai masyarakat di pedesaan hidup dengan sederhana dan memegang nilai-nilai tradisional.
“Saya cukup kerasan tinggal di Bojonegoro. Saya suka jalan-jalan di sawah. Saya juga suka nasi pecel,†ujarnya dengan ucapan sedikit terbata-bata.
Namun menjadi relawan dan tinggal jauh dari keluarga dengan budaya yang berbeda tentu juga sangat berat dirasakan oleh Bridget Ginty. Misalnya untuk makan dia tidak terbiasa dengan makan nasi dengan lauk sayur, akhirnya memilih makan kentang, roti, atau mie.
“Terkadang saya suka bikin sarapan sendiri,†ucapnya.
Bridget yang mengaku suka baca buku sejarah dan fiksi ini ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Bersama dengan komunitas kecil di Desa Pojok, Ia ingin berbagi pengetahuan dan belajar bersama mengenai pendidikan, kebudayaan, dan lainnya.(ririn wedia)