Ketertiban Cepu Mulai Digarap

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pemerintahan Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah secara pelan tapi pasti mulai menggarap ketertiban kota terkait keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Selama ini keindahan kota minyak ini masih belum optimal, karena semrawutnya PKL yang membajir di wilayah setempat.

Saat ini pemerintah kecamatan yang sejak jaman kolinial Belanda dikenal dengan sumber minyaknya ini, masih difokuskan dalam panataan Taman Seribu Lampu. Diupayakan kondisinya bisa dikembalikan sebagaimana mestinya.

Camat Cepu, Mei Nariyono, didampingi Sekretaris Kecamatan Cepu, Solichan Muhtar, menjelaskan, gerakan penertiban Kota Cepu ini akan dilakukan secara umum dan menyeluruh. Namun, saat ini yang menjadi skala prioritas adalah Taman Seribu Lampu.

Untuk sementara, pihaknya mengimbau pada PKL yang berjualan di taman membereskan tenda setelah digunakan berjualan. Tahapannya masih memberikan himbauan, kemudian melalui surat peringatan sampai tiga kali. Kalau tidak digubris, akan ditindak Proyustisia (diambil tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku).

Alon-alon waton kelakon, netes mentes kolo mongso kebat ning ora kliwat,” katanya. Namun, tidak mengabaikan pihak terkait dan terus melakukan koordinasi.

Baca Juga :   Kontraktor Tanggapi Tuntutan Warga

Dia menjelaskan, prinsip taman sebagai ruang publik boleh dipakai jualan, “Buka tutup jam harus jelas, kebersihan dijaga dan harus taat retribusi,” jelasnya.

Mei mengimbau, pada pelaku usaha untuk menerapkan  tarif proporsional, dan tidak instan, “Mentang-mentang konsumen dari jauh, langsung pasang tarif tinggi,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta pada PKL Taman Seribu Lampu, supaya tidak menjualbelikan tempat atau lapak. “Kalau mau pindah tangan, harus memberitahukan pihak kecamatan,” Katanya.

Yang perlu dipahami masyarakat, lanjutnya, gerakan ini semat-mata untuk menata kota juga demi kepentingan PKL  sendiri. Gerakan ini kontinyu, dan periodik seiring berjalannya waktu tidak anget-anget tai ayam.

“Fenomena dan permaslahan ini juga dialami kota lainnya. Yang terpenting kota Patra, Cepu Kota Niaga, Cepu Kota Transit,  Cepu Kota Satelit harus bersih, dan tidak ada obsesi dan tendensi apa-apa,” urainya.

Dia menghimbau pada semua pihak yang mengais keuntungan, dan memanfaatkan jerih payah para PKL,  harus segera cooling down. “Karena itu menjadi kotra produktif dengan program yang akan dilakukan,” tegas Mei. (ams)

Baca Juga :   Traffic Light Mati Bahayakan Pengguna Jalan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *