TWU Salurkan Bantuan Bidang Kesehatan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – PT Tri Wahana Universal (TWU), pengelola kilang mini di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, memberikan bantuan program open defecation free (ODF) tahun 2014 senilai Rp230.000.000 kepada Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di Ruang Angling Dharma kantor pemkab setempat, Senin (8/9/2014).

Bantuan diberikan secara simbolis dari perwakilan PT TWU yaitu Government Relations Staff, Yuana Anik Mariza, dan Community Relation and CSR Staff, Imam Hambali, kepada Ketua Tim Penggerak PKK, Mahfudhoh Suyoto.

Government Relations Manager PT TWU, Wendrayadi, mengungkapkan, program bantuan tersebut sudah kesekian kalinya dilakukan TWU dengan memberikan partisipasi kepada PKK setempat. Sebab PKK sendiri sangat intens dalam program-program kesehatan.

“Kali ini kami memberikan bantuan untuk program ODF,” tegas Wendrayadi.

Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan ini sebagai bentuk kepedulian PT TWU terhadap kesehatan masyarakat Bojonegoro, karena melalui program ODF yang digalang PKK Bojonegoro diharapkan masyarakat semakin sadar dengan pola hidup sehat.

Baca Juga :   Lewat Talkshow Radio, IDFoS Indonesia Sosialisasi Pentingnya Vaksinasi

“Tahun lalu kita membantu Rp200 juta, dan tahun ini kita berikan Rp 230 juta. Semoga nantinya bermanfaat bagi masyarakat Bojonegoro,” ujar dia, mengungkapkan.

Kedepan, lanjut Wendrayadi, TWU akan terus meningkatkan partisipasi dalam pembangunan masyarakat. Tidak hanya di sektor kesehatan, namun juga pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK, Mahfudhoh Suyoto, menyampaikan, rasa terimakasih kepada PT TWU yang sudah berpartisipasi dalam bidang kesehatan utamanya untuk program ODF yang merupakan target dan tujuan dalam melaksanakan pembangunan termasuk menggerakkan program sanitasi total.

“Kami sangat senang PT TWU ikut mendukung mewujudkan hidup yang sehat, berkualitas, dan bermartabat karena persoalan sanitasi merupakan masalah serius. Sebab sanitasi yang buruk bisa mengurangi kualitas hidup dan kesehatan serta angka harapan hidup,” sambung istri Bupati Suyoto itu.

Mahfudhoh menyampaikan, dengan bantuan tersebut, PT TWU telah ikut serta mensukseskan program sanitasi dan pemberdayaan penggunaan jamban.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro, dr. Hariyono menambahkan, perkembangan kepemilikan Jamban di Kabupaten Bojonegoro sampai dengan 31 Desember 2009 baru mencapai 49,67% dengan rata-rata pertambahan tidak terlalu besar. 2010 meningkat menjadi 66,54 % atau mengalami kenaikan 16,87%. Hingga akhir Mei 2011 Kepemilikan mencapai 70,65%. 

Baca Juga :   Diduga Gunakan Obat Kedaluwarsa : Dinas Kesehatan Akan Audit Puskesmas Cepu

Menurut dia, pencapaian desa ODF juga menunjukkan hasil yang signifikan. Pada akhir tahun 2009, jumlah desa ODF hanya 2 desa. Angka ini mengalami peningkatan signifikan menjadi 28 desa pada akhir tahun 2010. Hingga akhir Juni 2011, 53 desa telah mencapai ODF (akses telah 100%).

“Peran serta swasta seperti TWU ini sangat membantu menuntaskan ODF di Bojonegoro,” pungkas Hariyono.(adv/rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *