SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Warga Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah merasa malu nama, Jero Wacik, mantan Menteri ESDM yang ditetapkan sebagai tersangka pemerasan oleh KPK, masih menempel di dinding depan Gedung Auditorium, dan Wisuda STEM Akamigas Cepu.
Jero Wacik sejak Rabu (3/9/2014) lalu ditetapkan oleh lembaga anti rasuah sebagai tersangka. Dia duduga melakukan pemerasan terkait kewenangannya, dalam operasional kementerian yang dipimpinnya pada tahun anggaran 2011-2013.
Lulus Tri Laskono, Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Cepu, mengaku, malu melihat nama Jero Wacik masih menempel pada dinding gedung. “Saya sebagai warga Cepu sangat malu, kenapa nama Menteri yang resmi jadi tersangka korupsi menjadi bagian dari Kota Cepu,†katanya, Selasa (9/9/2014).
Dia sangat menyayangkan dengan perguruan tinggi Migas itu, karena tidak segera dicopot. “Kenapa tidak menggunakan nama tokoh leluhur Cepu, atau pendiri Akamigas?†jelasnya.
Tulus, panggilan akrabnya, mencontohkan seperti nama taman yang saat ini ada di sudut kota Cepu. “Seperti taman Arya Jipang, dan taman Patih Mentaun,†katanya.
Dia menganggap, itu akan lebih bagus dari pada menggunakan nama yang belum jelas jasanya. “Para leluhur itu jasanya lebih jelas, dan akan menghargai jasa meraka, dari pada nama yang belum jelas jasanya,†ujar Tulus.
Cahyo Utomo, warga Cepu lain juga mengatakan hal yang sama. Dia mengharapkan pihak perguruan tinggi segera mencopot tulisan yang menempel itu. “Karena pasti ada rasa lain, jika nama gedung itu adalah nama seorang koruptor. Saya sebagai warga Cepu sangat malu,†katanya.
Sementara itu, Direktur STEM AKAMIGAS Cepu, Toegas, menegaskan, kalau nama Jero Wacik akan dihapus. “Kami di sini hanya pelaksana, dan masih menunggu intruksi dari jakarta,” tegasnya. (ams)