ADD dan DD Dipangkas, Sebut Pelayanan dan Kinerja Tetap Maksimal

Yusnita Liasari.
Kepala Bapenda Bojonegoro, Yusnita Liasari.(ist/web pemkab)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Selain alokasi dana desa (ADD) berkurang karena pemotongan transfer pusat, dana desa (DD) di Bojonegoro, Jawa Timur, juga dipangkas tinggal Rp341 miliar pada tahun 2026, dari sebelumnya tahun 2025 sebesar Rp397 miliar.

‎Pun dana desa juga bakal disisihkan Rp500 juta untuk mengembangkan koperasi desa merah putih (KDMP) di tiap desa. Kendati pelayanan dan kinerja desa tetap akan berlangsung maksimal sesuai anggaran yang diterima.

‎Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Yusnita Liasari mengatakan, selain ADD, alokasi dana desa juga mengalami pengurangan. Total pada tahun 2025 DD sebesar Rp397 miliar, kemudian turun menjadi Rp341 miliar tahun depan.

‎”Untuk DD nantinya bakal dikurangi sekitar Rp500 juta tiap desa untuk mengembangkan KDMP,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (29/12/2025).

‎Sedangkan, sesuai nota anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) jumlah salur ADD batasnya 50 persen dan itu merupakan kebijakan nasional. Namun untuk angka pastinya pihaknya belum bisa menyampaikan.

‎”Angka pastinya masih menunggu peraturan bupati (perbup),” ujarnya.

‎Sementara Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Hj. Yuntik Rahayu mengatakan, tidak mempermasalahkan adanya efisiensi ADD dan alokasi DD. Meski alokasi dana desa berkurang hingga 50 persen.

‎”Dari Rp2,8 miliar ADD tahun ini, menjadi Rp1,6 miliar tahun 2026 atau menurun sekitar Rp1,14 miliar,” ungkapnya.

‎Kemudian, alokasi DD juga ikut dikurangi, sesuai alokasi DD tahun 2026 sebesar Rp914 juta. Dia menjelaskan rencananya akan digunakan untuk KDMP dan kegiatan lainnya. Untuk persentase berapa menunggu dari Dinas PMD Bojonegoro.

‎”Dari alokasi anggaran yang diterima desa berkurang, pelayanan dan kinerja Pemdes Mojodelik tetap maksimal,” terangnya.(jk)

Pos terkait