Petani Butuh Tambahan Mesin Multiguna

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Bantuan 27 unit mesin panen multiguna dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, dikeluhkan petani setempat. Karena pembagian puluhan mesin perontok padi itu belum menjangkau semua kebutuhan petani saat musim panen.  

Ishak, petani dari Desa Mungli Kecamatan Kalitengah mengatakan, di saat musim panen seperti ini banyak petani di desanya yang harus antre menunggu giliran untuk menggunakan mesin panen multiguna. Petani rela antre karena mesin tersebut, selain mempercepat waktu panen juga bisa menghemat biaya panen. Untuk lahan satu hektar, hanya dibuthkan waktu sekitar setengah jam saja.

“Banyak petani yang membutuhkan alat itu. Kalau jumlah hanya segitu kami harus antre. Karena itu kami berharap kedepannya ada tambahan,” kata dia saat melihat panen raya padi musim kemarau oleh Bupati Fadeli di desanya, Kamis (11/9/2014).

Selain itu, dia menyarankan, akan lebih baik lagi jika bantuan mesin panen multiguna itu nantinya berukuran lebih kompak dan kecil. Karena banyak jalan menuju areal persawahan yang terlalu sempit sehingga tidak bisa dilewati.

Baca Juga :   Petani Blora Dilarang Gunakan Sumur Pantek

Ditambahkan Tompo, petani lain desa setempat, sewa mesin tersebut untuk panen di areal desa, hanya Rp 1.750.000 per hektarnya. Sedangkan jika menggunakan tenaga manusia, dibutuhkan setidaknya sepuluh orang yang menghabiskan lebih dari Rp 2 juta.

Menanggapi hal itu, Bupati Fadeli mengatakn, bantuan alat mesin panen multiguna itu adalah bagian dari upaya modernisai pertanian. Selain itu, juga telah diberikan bantuan sebanyak 923 unit hand traktor dan 147 unit pompa air untuk pertanian.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Aris Setiadi menyebutkan, diakhir tahun nanti, produksi padi Lamongan diprediksi bisa mencapai 1.022.390 gabah kering giling (GKG).

Karena sampai dengan akhir Agustus panen padi sudah mencapai 928.430 ton GKG. Sementara saat ini masih ada 15.669 hektar areal tanam padi yang baru akan dipanen pada pertengahan September hingga awal Oktober nanti.

“Ini karena didukung realisasi panen yang mencapai 143.122 hektar, atau 104,39 persen dibanding target yang ditetapkan seluas 137.101 hektar. Juga oleh naiknya realisasi tanam yang mencapai 160.066 hektar, atau 112,47 persen dibanding target yang seluas 142.321 hektar,” sambung Aris.(tok)

Baca Juga :   Petani Blok Cepu Produksi Pupuk Cair

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *