Dishub Minta JOB PPEJ Berkordinasi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku kaget dengan adanya aksi masyarakat Dusun Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan /Kabupaten Bojonegoro yang menghadang moving alat berat milik kontraktor Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Jumat (12/9/2014).

Kepala Dinas Perhubungan, Iskandar, mengatakan, baik JOB P-PEJ maupun kontraktornya belum mengajukan ijin dispensasi untuk transportasi alat berat yang dilakukan untuk kegiatan pengeboran di Pad B.

“Pernah mengajukan surat pada awal September lalu, tapi tidak ada terusannya lagi, kalau tidak ada berita penghadangan kami tidak akan tahu,”ujar Iskandar.

Dia menyampaikan, jangan menyalahkan warga jika kendaraannya dihadang seperti itu. Karena, secara tidak langsung adanya transportasi alat berat akan berdampak pada warga yang rumahnya dilewati setiap hari.

“Selama ini kami menilai JOB itu kurang bagus berkoordinasi,” imbuhnya.

Bahkan, seharusnya operator Lapangan Sukowati tersebut mengantongi ijin dispensasi sebelum melakukan kegiatan moving alat berat, sehingga Dishub bisa menginformasikan kepada warga jika ada kegiatan tersebut.

Baca Juga :   Pemanfaatan Gas Suar Perlu Penerapan Teknologi dan Model Bisnis Tepat

“Kami juga akan mengingatkan masalah penempatan flagman,” tegasnya.

Iskandar menilai, apabila operator menempatkan Flagman di perempatan Mlaten atau di titik lokasi jalan raya, harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari Dishub dan Satlantas setempat.

“Jangan menempatkan flagman sembarangan tanpa rekomendasi, mereka harus terlatih dan bersertifikat,” tuturnya.

Pihaknya berharap, JOB P-PEJ tidak berbuat seenaknya sendiri saat melakukan kegiatan pengeboran di Bojonegoro, sebelum Andalalin diselesaikan harus mengantoni ijin dispensasi saat melakukan moving alat berat.

“Ya saya sukurin kalau dihadanh warga, seenaknya sendiri soalnya,” tandasnya.

Sementara itu, Field Adminitration Superintendat JOB P-PEJ, Basith Syarwani, saat dikonfirmasi masalah itu mengatakan belum mengetahui karena masih di luar kota Bojonegoro. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *