SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Musim kemarau tahun ini mengakibatkan penghasilan petani di Dusun Kumpulrejo, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur menurun drastis. Penyebabnya, lahan pertanian mereka dibiarkan bero (tak digarap) karena sumber air di Dam Kumpul yang selama ini digunakan sebagai irigasi telah habis total.
“Tahun ini, puluhan hektar tanaman pertanian di sekitar Dam baik padi, jagung maupun kacang hijau mayoritas mati akibat panasnya musim kemarau dan kurangannya air,” kata Parmi, petani dusun setempat kepada suarabanyuurip.com, Jumat (19/09/2014).
Dia mengungkapkan, jika pada musim penghujan biasanya ia mendapatkan satu ton jagung atau padi. Namun sekarang hanya mendapatkan tiga kwintal. “Itu saja sudah ngoyo,” ujar Parmi.
Keringnya air di Dam Kumpul terjadi sejak awal Juli lalu. Saat ini Dam itu beralih fungsi ditanami tembakau maupun jagung oleh warga setempat.
“Dari pada tidak ada air nya saya tanami tembakau saja. Alhamdulillah hasilnya lumayan,” ungkap Parjono warga sekitar lokasi migas Kedung Keris (KDK), Blok Cepu tersebut.(sam)Â Â