SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memprediksi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung lebih lama. Di perkirakan musim penghujan akan datang pada Bulan November mendatang.
Jika pada situasi normal seperti tahun-tahun sebelumnya, musim penghujan terjadi pada akhir bulan September dan di awal Oktober.Â
Kepala BPDB Tuban, Joko Ludiyono, menyebut kalau perkiraan ini diterima dari hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologo dan Geofisika (BMKG).
“Kalau dari hasil BMKG yang kita terima, musim kemarau akan terjadi sampai bulan Nopember,†kata Joko.
Tidak hanya itu, musim kemarau tahun ini juga disertai dengan badai elnino. Elnino diketahui sebagai peyebab naiknya suhu permukaan air laut samudra pasific dan berhimbas pada perubahan cuaca yang tidak menentu. Termasuk menjadikan musim penghujan tertunda dan musim kering lebih lama.
Sementara itu, musim kemarau sekarang ini telah mengakibatkan bencana kekeringan di Kabupaten Tuban terus meluas. Di mana sudah ada 6 kecamatan yang secara resmi mengajukan permintaan kebutuhan air bersih.
“Awalnya ada 5 kecamatan, tetapi sekarang resmi Kecamatan Montong juga membutuhkan air bersih, sehingga total ada 6 kecamatan,†kata Joko, mengungkapkan.
Ke enam kecamatann tersebut diantaranya adalah Kecamatan Grabagan, Kecamatan Parengan, Kecamatan Parengan, Kecamatan Senori, Kecamatan Kerek, dan Kecamatan Montong.(edp)