SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat ada 47 hektar (ha) lahan hutan di wilayahnya yang terbakar sepanjang musim kemarau tahun ini. Dengan total kerugian mencapai Rp113 juta.
“Paling banyak dijumpai kebakaran di Bagian Kesatuan Pemangku Hutan Kecamatan Dander,†kata Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Erwin kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (20/9/2014).
Dia menjelaskan, di Kecamatan Dander selama musim kemarau sudah tercatat ada lebih dari 9 ha hutan jati yang terbakar dan merupakan wilayah yang rawan. “Karena banyak terdapat aktivitas masyarakat di wilayah itu,†lanjutnya.
Namun begitu, Ia belum dapat memastikan apakah kebakaran yang terjadi karena unsur kesengajaan atau tidak. Alasannya belum menemukan bukti sampai sekarang ini.
Sesuai pemataan yang dilakukan Perhutani KPH Bojonegoro, ada beberapa wilayah hutan yang rawan terjadi kebakaran selain Dander. Yakni di wilayah Bradok, Kecamatan Bubulan dan Tretes Kecamatan Temayang.
Karena di wilayah tersebut terdapat banyak dedaunan kering yang berguguran, ditambah dengan cuaca panas serta tiupan angin. “Bisa saja warga membuang puntung rokok di hutan dan mengenai dedaunan kering, sehingga mengakibatkan kebakaran,” ujar Erwin, mengungkapkan.
Untuk meminimalisir bencana kebakaran ini, lanjut Erwin, pihaknya  sudah melakukan berbagai upaya. Diantaranya dengan menyiagakan satuan petugas pemadam kebakaran (satgas damkar) yang juga melibatkan elemen masyarakat, agar selalu tanggap apabila terjadi kebakaran.(rien)