Harga Shorgum Jeblok, Petani Terpuruk

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Nasib petani shogum di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur benar-benar terpuruk. Saat panen raya harga shorgum anjlok menjadi Rp 1500 perkilogram.

Sejak sepekan terakhir petani shogum di Desa Keyongan dan Desa Sambangan, Kecamatan Babat panen shorgum. Para petani memanen dengan cara memotong batang pohon shorgum dan kemudian memetik buah shorgum yang berbentuk butiran berwarna putih kehitaman ditempat. Kemudian buah tersebut diusung ketepi jalan raya untuk di selep dengan grantek (huller) yang banyak berkeliling saat musim panen.

Sayangnya, musim panen kali ini petani mengeluhkan harga shorgum yang turun drastis.

“Harganya cuma Rp1500 perkilogram. Padahal tahun lalu bisa mencapai Rp2000 perkilogram,” kata salah satu petani asal Desa Sambangan, Suparto kepada suarabanyuurip.com, Senin (22/9/2014).

Menurut petani, harga shorgum saat ini tak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan seperti biaya pembelian bibit, obat dan pupuk. “Itu belum biaya upah buruh taninya yang membantu panen. Perorang upahnya Rp50 ribu perhari,” cetus petani lainnya, Sueb.

Baca Juga :   Lazisnu PCNU Tuban Helat Santunan Yatim, Dhuafa, dan Pendayagunaan Pilar Program

Dikatakannnya saat ini dirinya menanam shorgum di sawahnya seluas 300 meter persegi. Dari luas lahan tersebut dirinya mendapatkan hasil panenen 6 kwintal. Jika dirupiahkan hanya mendapatkan hasil sekitar Rp1,8 juta.

“Panen kali ini petani benar-benar terpuruk. Belum ada perhatian dari Pemerintah,” keluhnya lagi.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *