SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Sebanyak 8 Komandan Regu (Danru) Washman dan Sweeper yang bekerja di bawah naungan PT Wira Usaha Sejahtera (WUS), subkontraktor operator lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mengancam akan memasang spanduk sebagai aksi protes jika tuntutan mereka tidak segera diberikan.
Salah satu Danru, Suyanto, mengatakan, pada sosialisasi yang dilakukan JOB P-PEJ Â telah disampaikan, jika pihaknya menuntut PT WUS untuk memberikan PPE atau alat kelengkapan yang belum diberikan sejak tahun 2013 lalu.
“Sekarang sudah dilakukan pengadaan PPE yang baru, jadi kami minta hak kami itu berupa uang,†tegas warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro itu.
Dia mengungkapkan, sudah meminta JOB P-PEJ untuk memfasilitasi masalah ini karena PT WUS adalah subkontraktornya. Karena sampai saat ini karyawan tidak mengetahui persis letak kantor PT WUS dan siapa yang dimintai pertanggung jawaban.
“Kantornya PT WUS ada di Gresik, tapi Gresik mana kita tidak tahu,†ujar Suyanto.
Dia sangat menyayangkan sikap PT WUS yang tidak mengindahkan permintaan karyawannya, karena PPE sudah menjadi hak pekerja. Dari total 98 orang yang menjadi washwan dan sweeper ini, hanya 8 orang yang menjabat Danru dan tidak mendapatkan PPE tersebut.
Selain itu, Suyanto mengaku, merasa dibohongi oleh PT WUS mengenai Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang sekarang berubah menjadi BPJS ketenagakerjaan. Dari print out yang diterima kantor BPJS Ketenagakerjaan, tidak ada keterangan PT WUS membayarkan iuran.
“Padahal saya punya kartu jamsostek dari PT WUS, tapi kok tidak ada tagihan apapun di kantor jamsostek dari PT WUS, lalu iurannya kemana?†kata Suyanto.
Ia bersama rekannya telah sepakat menggelar protes dengan cara memasang sepanduk besar berisi kecaman apabila PT Wus tidak segera menyelesaikan permasalahan ini.
Sementara itu, suarabanyuurip.com sedang berusaha mendapatkan konfirmasi dari management JOB P-PEJ mengenai hal ini.(rien)