4.000 Pekerja Proyek Gas JTB Akan Jalani Rapid Test

19910

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – PT Rekayasa Industri (Rekind), pelaksana proyek rekayasa pengadaan dan konstruksi fasiltas pemrosesan gas (Engineering, Procurement and Constructions – Gas Processing Facility/EPC-GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), akan melakukan rapid test virus corona atau Covid-19 kepada 4.000 pekerjanya secara bertahap.

Semua pekerja lokal dan non lokal baik skill, semikill dan unskill akan menjalani rapid tes yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Bojonegoro, Jawa Timur, di area proyek EPC-GPF JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

“Dalam satu sampai dua bulan ini semua akan di tes. Mengikuti ketersediaan material rapid tes yang sedang dilakukan pembelian,” ujar Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekind), Zainal Arifin kepada suarabanyuurip.com, Selasa (7/4/2020).

Dijelaskan, pada awal ini sudah ada hampir 60 pekerja yang menjalani rapid tes oleh Dinas Kesehatan. Rapid tes dilakukan terhadap pekerja baru dan pekerja kembali dari cuti yang datang dari luar Bojonegoro seperti Bogor, Jakarta Timur, Indramayu, Bekasi, Kediri.

“Alhamdulillah hasilnya semua negatif,” ucapnya. 

Ditegaskan, rapid tes yang dilakukan terhadap para pekerja ini sesuai Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 yang diterapkan Pemkab Bojonegoro. Selain itu, bagi tenaga kerja baru dari luar daerah juga dilakukan karantina selama 14 hari dengan pemantauan dari Dinas Kesehatan. 

Baca Juga :   Pengambilan Air Bawah Tanah untuk Proyek Gas JTB Harus Kantongi SIPA

Karantina hari pertama sampai ke dua dilaksanakan di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro untuk kemudian dilakukan rapid tes. Setelah itu hari ke tiga sampai 14 karantina dilaksanakan di Hotel Layung, Kecamatan Kalitidu. Selama karantina kesehatan mereka akan dipantau petugas medis Dinas Kesehatan.

“Semua ini bentuk dari kepedulian proyek terhadap karyawan yang juga menjadi bagian dari warga masaryakat saat memasuki mess yang telah disiapkan, sehingga masaryakat tenang bahwa karyawan proyek sudah dilakukan rapid tes,” pungkas Zainal.

Sementara itu, dari grafik harian pemantauan Covid-19 Dinas Kesehatan Bojonegoro per 7 April 2020 hingga pukul 15.00 Wib, menunjukkan peningkatan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dari hari sebelumnya 53 orang, bertambah menjadi 54 orang. 

“Hari ini ada tambahan ODP baru di Kecamatan Padangan,” sambung Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin. 

Dikatakan, jumlah total ODP di Kabupaten Bojonegoro hingga hari ini sebanyak 105 orang, dan selesai masa pemantauan 51 orang.

Memperhatikan angka tren ODP di Kabupaten Bojonegoro yang relatif stabil, Masirin mengimbau kepada masyarakat untuk terus antisipasi dan waspada. Selain itu, bersama-sama disiplin dalam menjaga jarak (social dan phisical distancing), cuci tangan dan melaporkan kepada aparat desa atau petugas kesehatan setempat jika merasakan gejala demam, batuk atau pilek, sakit kepala dan sakit tenggorokan. 

Baca Juga :   Laporkan Penyerobotan Tanah Blok Cepu

“Jangan lupa selalu gunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah,” pesan pria yang juga menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.(suko)




»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *