Nekad Jalan Kaki Surabaya – Semarang

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Seorang wanita separuh baya dengan menggendong bayi ditemukan pingsan di tepi Jalan Raya Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (23/9/2014). Di duga wanita itu mengalami depresi berat dan kelelahan.

Data yang dihimpun suarabanyuurip.com, wanita berusia sekira 40 tahun itu terlihat berjalan sempoyongan dari arah timur di sebelah selatan tepi jalan raya. Bayi dalam gendongannya terdengar terus merengek lirih.

Saat berada di depan pasar Moropelang, tiba-tiba saja wanita itu jatuh terhuyung ke depan dan pingsan. Bayi dalam gendongannya berusia sekira 5 bulanan langsung menangis keras.

Kontan kejadian itu langsung menyita perhatian warga disekitar lokasi. Mereka segera berkerumun dan membawa tubuh wanita itu di warung milik Simin. Bayinya yang terus menangis segera digendong oleh salah satu warga.

“Tubuh wanita itu sangat lemah. Wajahnya tampak pucat,” kata Simin.

Setelah diolesi minyak kayu pitih dihidungnya, sekira 15 menit kemudian wanita itu siuman. Oleh istri Simin wanita itu segera diberi air minum. Setelah agak tenang, warga yang masih berkerumum bertanya bagaimana perempuan kurus itu bisa jatuh pingsan.

Baca Juga :   Semua Peserta Hadir di UN Hari Pertama

Menurut penuturan Simin, wanita tersebut mengaku bernama Siti berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Dari Semarang dia pergi ke Surabaya untuk mencari suaminya yang sudah dua tahun tidak pulang. Setelah susah payah mencari akhirnya dia bisa bertemu suaminya,” ujar Simin.

Namun, lanjut Simin, pertemuan itu justru membuat Siti  terpukul. Karena suaminya ternyata telah menikah lagi dan kemudian mengusirnya begitu saja. Korban kemudian pergi meninggalkan suaminya. Namun saat itu Siti sudah kehabisan uang saku dan kebingungan akhirnya nekad pulang dengan berjalan kaki.

“Dia tidak mau mencari sumbangan atau bantuan untuk kembali ke Semarang. Lebih memilih jalan kaki dan tidak makan minum selama dua hari,” ujar Simin, menerangkan.

Cerita Siti mengetuk rasa iba warga setempat. Spontan beberapa warga menggalang iuran suka rela untuk bekal pulang Siti ke Semarang.

“Dari warga dan beberapa pengendara motor yang melintas terkumpul uang Rp350 ribu. Semuanya diberikan Siti untuk sangu pulang,” pungkas Simin.

Setelah itu Siti kemudian ditumpang bus menuju Semarang. Selain uang, Simin juga memberikan dua botol air mineral untuk bekal perempuan malang itu.(tok)

Baca Juga :   Saat Bangun Tidur 9 Pasangan Selingkuh Diciduk

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *