Tuban Siapkan Anggaran Kekeringan Rp50 juta

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hanya menganggarkan Rp50 juta untuk penanganan bencana kekeringan yang melanda beberapa wilayahnya. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com.

Menurut dia, anggaran yang disiapkan ini lebih besar dari tahun sebelumnya yakni sejumlah Rp25 juta.

“Tahun ini 50 juta rupiah, kalau tahun kemarin 25 juta rupiah,” kata Joko kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (23/9/2014).

Joko mengatakan, anggaran untuk mengatasi bencana kekeringan ini dianggap cukup. Karena selama ini air bersih yang diberikan kepada warga gratis, karena telah menjalin kerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tuban.

“Kita anggap cukup, karena memang kita kerjasama dengan PDAM sehingga air gratis,” kata Joko, menjelaskan.

“Jadi anggaran tersebut kita pergunakan untuk transportasi pengiriman, uang makan dan BBM personil setiap harinya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, pengadaan tandon ataupun dudukan tandon air dan jerigen yang dipasang di lokasi kekeringan merupakan hasil pengajuan ke provinsi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta.

Baca Juga :   2017 Fokus di Infrastruktur

Infomasi terakhir yang diterima suarabanyuurip.com, saat ini dropping air bersih sudah dilakukan menggunakan 5 truck tangki dan 10 personil di 6 kecamatan yang mengalami bencana kekeringan. Diantaranya adalah Kecamatan Grabagan, Kecamatan Semanding, Kecamatan Senori, Kecamatan Parengan, Kecamatan Kerek, dan terakhir adalah Kecamatan Montong.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *