SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) pada tanggal 24 September tahun ini diperingati tiga aktivis mahasiswa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (24/9/2014).
Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tuban. Melakukan peringatann HTN dengan melakukan orasi secara bergantian di bundaran patung Letda Sutjipto, depan gedung DPRD setempat.
Dalam aksinya mereka mengenakan jas warna merah menyerukan permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani. Termasuk dengan tidak maksimalnya pelaksanaan reformasi agraria.
Mereka menuntut supaya pemerintah melaksanakan UU Pokok Agraria nomor 5 tahun 1960. “Pelaksanaan reformasi agraria kurang maksimal, karena tidak diberikan kesejahteraan,†kata Nonok, salah satu aktivis yang melakukan aksi dalam orasinya.
Selanjutnya dia mengatakan, kalau pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono dianggap gagal dalam menjalankan UU Agraria. Pun demikian ketiganya menyerukan kepada pemerintahan selanjutnya, Jokowi dan Jusuf Kalla untuk konsisten dalam menjalankan amanat ini.
“Pemerintahan SBY dan Boediono gagal jalankan UU Agraria ini, kami meminta kepada pemerintahan selanjutnya konsisten menjalankan UU ini,†jelas Nonok.
Mereka juga menolak rencana pembatasan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), atau penolakan kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah selanjutnya.
“Karena bagaimanapun itu akan membawa dampak langsung ke rakyat,†tandasnya. (edp)