SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Petani di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ring 1 Banyuurip, Blok Cepu, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di kios pupuk resmi maupun di kelompok tani.
Sugeng, ( 56), petani di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk urea dan ZA untuk memupuk tanaman jagung yang ada di sawahnya.
“Sekarang sulit mencari pupuk urea maupun pupuk ZA . Kalau pun dapat pupuk hanya sedikit dan tidak cukup untuk pemupukan di sawah,†ujarnya.
Lahan milik Sugeng seluas seperempat hektare di Desa Bonorejo ditanami jagung dan kacang tanah. Ia sebetulnya membutuhkan pupuk urea dan Za masing-masing sebanyak satu sak untuk pemupukan. Namun ia hanya mendapatkan pupuk urea setengah sak. Sedangkan pupuk ZA sama sekali tidak dapat.
Harga pupuk urea di tingkat petani saat ini mencapai Rp100.000 per sak. Sedangkan, pupuk ZA seharga Rp80.000 per sak dan pupuk Phonska seharga Rp120.000 per sak.
Menurut petani lainnya, Suparlan di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, mendapatkan pupuk saat musim kemarau maupun saat musim hujan sama sulitnya. Padahal, kata dia, pupuk bersubsidi itu selalu dibutuhkan petani terutama saat musim tanam padi.
“Dari dulu sampai sekarang mendapatkan pupuk itu selalu sulit,†sambung Suparlan.
Selama musim kemarau ini para petani banyak memilih menanam palawija di lahan pertaniannya di antaranya jagung, kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau. Namun, banyak pula petani yang memilih membiarkan lahan sawahnya tidak tergarap atau bero lantaran tidak ada persediaan air untuk pengairan.
Dikonfirmasi terpisah, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, menjamin stok pupuk bersubsidi untuk kebutuhan pertanian hingga akhir tahun bakal tercukupi terlebih adanya tambahan stok pupuk bersubsidi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Untuk persediaan pupuk bersubsidi jenis urea saat ini mencapai 29.007 ton, pupuk SP 36 sebanyak 9.143 ton, pupuk ZA sebanyak 9.565 ton, pupuk Phonska sebanyak 22.640 ton, dan pupuk petroganik sebanyak 12.496 ton.
Persediaan pupuk itu disalurkan melalui kios pupuk resmi yang berada di sejumlah kecamatan di Bojonegoro. Selain itu, distribusi pupuk bersubsidi itu disalurkan melalui kelompok tani yang tersebar di tingkat desa.
“Masih cukup hingga akhir tahun nanti. Karena itu petani tak perlu khawatir,” tegas kepala Disperta Bojonegoro, Ahmad Jupari.(rien)