Sambiroto Merasa Dianaktirikan JOB P-PEJ

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang masuk ring 1 Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, mengaku hingga kini belum mendapatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

Kepala Desa Sudjono, mengaku, telah berkali-kali mengajukan proposal bantuan pompa air untuk pengairan di sawah dan pembuatan tandon air bersih kepada operator, namun tidak kunjung ada realisasi. Padahal permintaan itu adalah hal yang paling krusial di desa Sambiroto.

“Padahal jarak antara desa dengan lokasi pengeboran hanya 600 meter, tapi kenapa belum ada realisasi sama sekali,” ujarnya.

Padahal, kata dia, dua desa lainnya seperti Desa Campurejo dan Desa Ngampel telah mendapatkan bantuan dari JOB P-PEJ baik sumur bor, dropping air, kegiatan agustusan, dan juga tali asih. Namun Desa Sambiroto belum mendapatkan.

“Kami juga merasakan dampak adanya pengeboran di Pad A dan B, Tapi malah di anak tirikan,” tegas mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPTD) Kecamatan Kapas ini. 

Baca Juga :   F-PDIP Nilai CSR MCL Tidak Maksimal

Sudjono berharap, JOB P-PEJ memberikan hak masyarakat sebagai wilayah terdampak demi kesejahteraan bersama. Karena Sambiroto juga selalu mengelamai kekeringan pada musim kemarau dan banjir pada musim penghujan.

“Kita tidak akan demo  karena cara itu sia-sia. Apalagi CSR sudah menjadi tanggungjawab operator,” tandas dia.

Terpisah, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, masih berusaha dikonfirmasi mengenai hal ini.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *