SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Simulasi penanggulangan bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dengan operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban menelan anggaran sejumlah Rp294 juta.
Anggaran ratusan juta itu ditanggung sepenuhnya oleh operator, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).
“Untuk anggaran sebesar 294 juta rupiah,†kata Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiyono, di lokasi simulasi di lapangan losari, Desa Rahayu, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (25/9/2014).
Dia mengatakan, simulasi tidak hanya dilakukan perusahaan dan BPBD . Tetapi langsung melibatkan sekira 225 masyarakat dari ring 1, TNI, Polri, jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), maupun melibatkan unsur lain yang memungkinkan.
“Untuk SKPD, khusus kita libatkan karena harus ada kesepahaman melakukan penanganan bencana sesuai dengan tugas masing-masing,†kata Joko.
“Contohnya Dinas Kesehatan akan membuat tenda sesuai yang diperlukan untuk mengatasi gangguan kesehatan masyarakat, serta Dinas Sosial akan langsung tahu apa yang harus dilakukan untuk menyiapkan logistik,†lanjut Joko, menjelaskan.
Dikonfirmasi, Field Admint Superintendant JOB PPEJ, Hananto Aji, membenarkan kalau anggaran simulasi penanganan bencana ini ditanggung sepenuhnya perusahaan.
“Kita siapkan anggaran sesuai kebutuhan lah, Mas,†kata Hananto melalui ponselnya.
Dia menegaskan, kalau perusahaan dimungkinkan akan melakukan simulasi dan penganggaran di bidang ini secara rutin. Tetapi anggaran yang digunakan adalah anggaran khusus, bukan anggaran untuk corporate social responsibility (CSR).
“Ini pakai anggaran khusus, bukan anggaran untuk CSR,†tandas Hananto.(edp)