SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan melaporkan operator migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) terkait aktifitas pemboran di Pad B.
Menurut Pamudji, tokoh masyarakat desa setempat, pemboran di dua Sumur Sukowati Pad B dengan menggunakan dua rig telah memunculkan dampak suara bising yang menganggu ketentraman dan kenyaman warga terutama pada malam hari.
“Kami akan melaporkan adanya kebisingan suara di Pad B ke Badan Lingkungan Hidup,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (25/9/2014).
Dia mengaku, menyanyangkan sikap operator yang tak segera mencairkan tambahan dana tali asih senila Rp 100 juta setiap 3 bulan sekali sebagai akibat atas dampak pemboran.
“Kami hanya memberikan waktu selama sepuluh hari, tapi sampai saat ini belum ada kabar lagi,” kata Pamuji.
Sementara itu, Field Administrasi Suoerintendant JOb P-PEJ, Basith Syarwani, masih belum memberikan konfirmasi mengenai hal ini.(rien)