287 Pendaftar CPNS Terpental

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan Sebanyak 287 pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten  Lamongan, Jwa Timur harus mengubur mimpinya untuk menjadi PNS lebih dini. Berkas yang mereka setorkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi.

Seperti disebutkan sebelumnya, pendaftaran CPNS Lamongan secara online resmi ditutup pada 17 September jam 19.30 WIB. Sementara sampai dengan saat penutupan,  tercatat sebanyak 4.694 pelamar yang mendaftar.

Dari 4.694 pelamar yang terdaftar tersebut, sampai dengan batas waktu pengiriman berkas untuk seleksi administrasi, hanya sebanyak 4.344 berkas yang disetorkaan. Yakni terdiri dari 1.124 tenaga guru, 1.285 tenaga kesehatan dan 1.935 tenaga teknis.

“Dari hasil seleksi administrasi terhadap berkas yang dikirimkan pendaftar CPNS, sebanyak 287 berkas diantaranya dinyatakan tidak memnuhi syarat administrasi. Sehingga otomatis sebanyak 287 pemilik berkas ini dinyatakan gagal lolos mengikuti tes selanjutnya, “ ungkap Kepala BKD Ismunawan melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (26/9/2014)

Baca Juga :   Di Mata Wabup Tuban Lokalisasi Ngomben Sebuah Distorsi

Sisanya sebanyak 4.057 berkas dinyatakan memenuhi syarat, dan berhak mengikuti tes dengan system computer assisted test (CAT) yang akan dilaksanakan di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Sidoarjo. Berkas pelamar yang gagal seleksi administrasi itu kebanyakan karena ijazah yang tidak dilegalisir, dan ijazah yang tidak sesuai dengan syarat formasi yang dilamar.

“Semua berkas yang memenuhi syarat administasi ini beserta kartu peserta ujian CAT sudah kami kirimkan kepada calon peserta ujian,“ kata dia.

Terkait jadwal ujian, menurut dia sampai saat ini belum ada pengumuman dari BKN. Jadwal akan diumumkan kemudian melalui website Pemkab Lamongan, dan papan pengumuman.

Tahun ini, Lamongan mendapat alokasi sebanyak 75 formasi CPNS. Terdiri dari 25 formasi tenaga guru kelas, 20 formasi tenaga kesehatan, dan 30 tenaga teknis.  (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *