Di Blora, Hewan Kurban Naik Rp700 ribu Per Ekor

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Menjelang  Hari Raya Indul Adha, harga hewan kurban di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, naik hingga Rp700 ribu per ekor. Di perkirakan kenaikan itu akan terus berlangsung menjelang hingga paska Idul Adha.

Sucipto (35), salah seorang pedagang hewan di Pasar Pon Blora, mengatakan, kenaikan hewan kurban berkisar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu untuk kambing. Sedangkan untuk sapi kenaikan mulai Rp300 ribu  hingga Rp700 ribu per ekor.

“Sudah biasa setiap menjelang kurban harganya naik. Tapi harga yang kita bandrol masih bisa ditawar,” kata kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (27/9/2014).

Menurutnya, pedagang sering mengalami kesulitan  mengimbangi penawaran kepada calon pembeli, utamanya yang datang secara rombongan dari luar Blora karena mereka sering menawar dengan harga rendah.

“Jika tidak menyesuaikan untung ruginya dalam permodalan, mungkin sudah saya berikan. Sebab calon pembeli dari luar kota itu biasanya membeli dalam jumlah banyak,” katanya. 

Suraji (40), pedagang lainnya mengaku, menawarkan hewan dagangannya dengan harga bervariasi, tergantung besar kecilnya hewan. Untuk kambing besar seperti peranakan etawa yang sudah memenuhi syarat sebagai hewan kurban, dijual dengan harga lebih dari Rp1.500.000 per ekor.

Baca Juga :   Semburan Lumpur Berbau Belerang, DLH Bojonegoro: Tak Berbahaya

Menurutnya, harga tersebut masih tergolong wajar. Sebab semakin mendekati Hari Raya Idhul Adha, harganya akan lebih mahal lagi. “Biasanya seperti itu, semakin mendekati hari raya, harga hewan kurban semakin mahal,” katanya.

Sodikin, (47),  salah seorang pedagang sapi di pasar hewan Blora, mengatakan, harga sapi kurban saat ini di jual antara Rp8 juta hingga Rp15 juta dan diperkirakan akan naik menjelang Hari Raya Idhul Adha. 

“Untuk kenaikkan harga saya kira tidak seberapa banyak. Karena pedagang seperti kami tidak ingin terlalu lama bertahan harga. Kalau harganya cocok, meski keuntungannya tidak banyak, saya lepas, bahkan tahun lalu saya pernah untung Rp 25 ribu untuk satu ekor sapi seharga Rp7 juta,” sambung Sodikin. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *