PEPC Diminta Koordinasi dengan Kecamatan

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan tim pengadaan lahan untuk kembali melakukan koordinasi setelah selesainya pengukuran lahan proyek unitisasi ladang gas Jambaran – Tiung Biru (TBR).

Camat Ngasem, Suwignyo, mengatakan, tidak mengetahui adanya kegiatan pematokan maupun pengukuran lahan yang akan terkena pembebasan untuk proyek J-TB. Sebab setelah diselesaikannya sosialisasi pengadaan lahan beberapa waktu lalu pihak PEPC belum melakukan koordinasi lagi.

“Saya tidak tau sudah dilaksanakan pengukuran apa belum, Mas. Sebab hingga saat ini tidak pernah ada koordinasi. Saya tahu hanya pada waktu sosialisasi awal di Balai Desa Bandungrejo,” kata Suwignyo kepada suarabanyuurip.com, sabtu (27/09/2014).

Diharapkan, pihak PEPC maupun pengadaan lahan untuk berkoordinasi setiap kegiatan di wilayahnya. Agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi kedetailan tentang proses pelaksanaan proyek unitisasi J-TB tersebut.

“Koordinasi yang baik itu penting, Mas. Masa koordinasi hanya saat melakukan sosialisasi saja. Tapi setelah itu tidak lagi. Jadi saya belum bisa memberikan kejelasan terkait dengan pengukuran lahan untuk kepentingan J-TB,” imbuh mantan Camat Bubulan itu mengharapkan.

Baca Juga :   BUMD Bojonegoro Mundur dari Tender Jambaran Tiung Biru

Terpisah, Relation Manager PEPC, Abdul Malik ketika dimintai tanggapan terkait dengan pengakukan Camat Ngasem, Suwignyo tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(rien)

Sekedar diketahui, ladang Gas Jambaran berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, dan lokasi Tiung Biru (TBR) berada di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *