SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Potensi bencana di setiap aktivitas industri tampaknya tidak memantik minat dari perusahaan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengadakan pelatihan bencana bersama semua komponen masyarakat.
Anggapan ini muncul, lantaran sejauh ini baru ada satu perusahaan yang melakukan kesepahaman bencana dengan masyarakat ring 1, pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban, TNI-POLRI, dan juga beberapa komponen masyarakat yang lain.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, membenarkan kalau baru ada satu perusahaan yang menerima usul adanya simulasi bencana bersama.
“Sejauh ini baru ada satu perusahaan,†kata Joko Ludiyono, Sabtu (27/9/2014).
Joko menyebut, pihaknya sudah beberapa kali proaktif dengan mendatangi perusahaan satu persatu dan melakukan presentasi. Tentang bagaimana pentingnya kesepahaman bersama mengenai penanganan bencana yang bisa terjadi dengan beragam sebab.
“Yang penting kita sudah proaktif, kita datangi satu persatu untuk melakukan presentasi,†ujar Joko.
“Tapi sampai sekarang juga belum ada tanggapan atau tindak lanjut lagi,†lanjutnya.
Joko mengatakan, diperlukan kesepahaman bersama antara perusahaan, warga ring 1, BPBD, TNI dan POLRI, serta semua jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Tuban.
“Dengan begitu, setiap ada bencana sudah terplot dan tahu fungsi masing-masing. Kalau itu tidak dilakukan, jelas akan semrawut dan tumpang tindih,†tandasnya.(edp)