Petani Sukowati Gunakan Solar dari Sumur Tua

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Larangan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menggunakan jerigen di stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) baik preium maupun solar menjadikan petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kelimpungan. Mereka terpaksa membeli solar dari penambangan sumur minyak tua di Wonocolo, Kecamatan Kedewan.

Kepala Desa Ngampel, Pujianto, mengatakan, hingga sekarang belum ada satupun petani yamg meminta surat pengantar untuk dibawa ke Dinas Pertanian sebagai syarat membeli solar menggunakan jerigen di SPBU.

“Kebanyakan petani di sini belinya di Wonocolo sana, kan ada itu solar yang dijual eceran,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (27/9/2014).

Dia mengatakan, selain dari Wonocolo, ada juga yang membeli menggunakan truk untuk kemudian disedot lagi kedalam jerigen.  

“Karena syaratnya ribet dan sulit. Meski begitu saya lihat pengairan di sini masih jalan terus,” ujar Pujianto, mengungkapkan.

Sementara itu, salah satu buruh tani desa setempat, Tarno, (40), mengaku tidak tahu menahu asal solar yang digunakan untuk mengairi sawah yang digarapnya. Karena tugasnya hanya melakukan pekerjaan dari tanam sampai panen.

Baca Juga :   Cegah Penularan PMK, Disnakan Bojonegoro Beri Obat Bagi 1.942 Sapi

“Saya cuma buruh, kalau yang punya orangnya tidak disini,” sambung Tarno dikonfirmasi terpisah.

Dia memperlihatkan, sawah yang berdekatan dengam lokasi pengeboran Pad B milik JOB P-PEJ tersebut masih berusia 40 hari. Namun pengairan yang dibutuhkan tidak mengalami kendala.

“Ambilnya dari sumur bor, kalau pas dibutuhkan pengairan ya pompanya dinyalakan,” imbuh Tarno.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *