SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, yang juga tergabung dalam Konfederasi Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) Blora, Jawa Tengah, kecewa dengan menejemen Pertamina EP Asset 4. Sebab dari empat tuntutan yang disampaikan mereka saat demo, tanggal 18 September 2014 lalu, hanya satu tuntutan yang dipenuhi.
Menurut Ketua SPKP Cepu, Agung Pudjo Susilo, satu tuntutan yang dipenuhi Pertamina EP Asset 4 itu hanya tentang BPJS pekerja yang sempat terputus. “Sedangkan tiga lainnya belum ada kejelasan,” kata dia usai melakukan pertemuan dengan menejemen PEP Asset 4, Selasa (29/9/2014) kemarin.Â
Sedangkan tuntutan penolakan atas Surat Keputusan (SK) General Manager (GM) Pertamina Nomor 002 tahun 2014 tentang sistem kerja baru dan kerja sama operasi (KSO) akan kembali dibahas dalam pertemuan berikutnya.
“Masih ada dua minggu lagi untuk mengetahui hasil keputusan dari menejemen,” ujar Pudjo.
Pudjo menegaskan, jika pada pertemuan berikutnya masih belum ada kepastian, pihaknya akan mengambil sikap yang nantinya akan berpengaruh pada struktur KSO. “Baik di distrik satu maupun distrik dua,” ancamnya.
Sementara itu, Field Menejer Pertamina EP Cepu, Wresniwiro, membenarkan jika BPJS sudah ada kepastian. “Nantinya untuk tanggung jawab BPJS bisa kembali pada Pertamina,” sambung Wiro.
Terkait dengan SK GM nomor 002 tahun 2014 tentang sistem kerja baru, akan memperoleh penjelasan 2 minggu mendatang, tepatnya tanggal 13 Oktober 2014. “Apapun hasilnya, HRD Asset 4, harus disampaikan,” katanya.(ams)