Pendapatan Pedagang Rest Area Belum Maksimal

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pendapatan pedagang di rest area yang dibangun pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tampaknya belum maksimal. Padahal lokasi itu sebagai pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayah setempat.

Rest Area yang menempati bekas terminal lama Tuban tersebut juga terdapat sentra kerajinan yang ada di Doom rest area. Di mana tempat itu memang khusus diperuntukkan untuk penjualan produk unggulan khas Tuban.

“Omsetnya baru 2 sampai 5 juta ripiah per hari,” kata seorang yang bertugas menjaga stand yang ada di Domm Rest Area Tuban.

Pendapatan itu dinilai tergolong kecil lantaran di dalam Doom banyak macam kerajinan dan beberapa produk dari para pengrajin. Sehingga secara otomatis omset kotor tersebut masih harus dibagi dengan beberapa pengrajin yang meletakkan dagangannya di sana.

“Mungkin karena masih pertama dan juga masih belum banyak orang yang belum singgah di sini,” kata petugas yang menolak namanya disebut.

Selain itu, pantauan suarabanyuurip.com, masih banyak kios yang tutup pada pagi pagi sampai siang hari. Mereka rata-rata baru membuka kios pada malam hari, itupun tidak semua dilakukan pedagang.

Baca Juga :   Antisipasi Laka Air, Kapolsek Diminta Berpatroli di Penyeberangan Bengawan Solo

Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Farid Achmadi, sudah beberapa kali mewanti-wanti kepada pedagang yang ada di sana untuk optimis dengan perkembangan rest area ke depan.

“Kita meminta kepada pedagang jangan putus asa, tetapi harus ikut memikirkan bagaimana supaya tempat ini menjadi ramai sehingga menjadikan perputaran ekonomi di sini maksimal,” kata pria berkacamata ini menjelaskan.

Selain itu, di lokasi rest area juga telah dilakukan beberapa kegiatan yang dibuat untuk menarik minat pengunjung. Seperti pertunjukkan hiburan dan juga beberapa pertemuan komunitas di Tuban.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *