Antisipasi Laka Air, Kapolsek Diminta Berpatroli di Penyeberangan Bengawan Solo

Polisi memberikan pelampung kepada masyarakat menggunakan jasa perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Memasuki musim penghujan, Polres Bojonegoro, Jawa Timur meminta para Kapolsek rutin melaksanakan patroli pengemudi perahu tradisional. Sebab, di musim penghujan dipastikan permukaan air Sungai Bengawan Solo turut naik.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad, mengatakan, intensitas curah hujan cukup tinggi seiring memasuki musim penghujan. Karena itu, Polsek yang dilewati aliran Sungai Bengawan Solo untuk melaksanakan patroli sambang dan imbauan kepada pengemudi perahu tradisional.

“Juga, bagi warga pengguna jasa perahu tradisional terkait keselamatan sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan air,” katanya, Jumat (21/10/2022).

Dia mengatakan, saat ini sudah memasuki musim penghujan, pihaknya memerintahkan para Kapolsek untuk melaksanakan patroli sambang sekaligus imbauan bagi pengelola dan pengemudi perahu tradisional terkait keselamatan.

“Karena perahu masih menjadi alat transportasi utama warga setiap hari di sekitaran aliran Sungai Bengawan Solo,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan transportasi sungai dan penyeberangan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan angkutan jalan. Pengelola dan pengemudi perahu tradisional tetap memperhatikan keselamatan bagi penumpangnya.

Baca Juga :   20 Agustus Seleksi CPNS Dibuka, Inilah Jadwal Lengkapnya 

Dengan sambang dan memberikan imbauan kepada pengelola dan pengemudi perahu tradisional untuk memberikan wawasan dan kesadaran bahwa faktor keselamatan harus benar-benar diperhatikan dan harus dipenuhi untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya laka air.

“Bagi pengelola dan pengemudi perahu penyeberangan, kami ingatkan agar betul-betul memperhatikan keselamatan penumpang, jangan sampai lengah sedikitpun,” kata Kapolres.

Pihaknya menghimbau, bagi seluruh pengelola dan pengemudi perahu tradisional agar menjaga keselamatan serta menjalankan dan mentaati imbauan seluruh aturan yang sudah ada. “Intinya jaga dan utamakan keselamatan secara sungguh-sungguh,” katanya.

Dia mengatakan, sebelum melakukan penyebrangan harus memperhatikan kondisi perahu atau cek secara berkala, seperti jumlah penumpang dan cuaca. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak buruk saat terjadi kecelakaan air (laka air) atau hal tidak diinginkan lainnya.

“Kami minta pengelola perahu tradisional tetap menempatkan peralatan pengaman penumpang perahu, seperti pelampung (life jacket) atau ban pelampung di perahunya masing-masing. Juga yang tidak kalah penting tidak memuat penumpang melebihi kapasitas muatan. Juga kondisi perahu layak jalan atau tidak,” katanya.(jk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *