SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Forum Komunikasi Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (FKPHBM) Cepu, mempertanyakan kepedulian Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Karena selama ini banyak kejadian pencurian dan kabakaran hutan, yang terindikasi dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Apa yang diberikan LMDH kepada Perhutani dan bagaimana kepedulian LMDH terhadap hutan,†tanya Ketua FKPHBM Cepu, Sudharmono, saat pembagian dana Sharing di Aula KPH Cepu, beberpa waktn lalu.
Dia menilai, selama ini masyarakat hutan masih kurang peduli dengan hutan. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya kejadian pencurian dan kebakaran hutan, sehingga berdampak pada produtifitas hutan.
Menurut Sudharmono, perhutani telah memberikan semua kepada masyarakat. “Sekarang giliran masyarakat , apa yang bisa diberikan,†ujar Sudharmono.
Dengan adanya dana sharing itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk membantu perhutani dalam menjaga hutan. “Mari bantu perhutani menjaga hutan kita,†katanya.
Diketahui, pada tahun 2014 ini KPH Perhutani Cepu, telah menggelontorkan dana sharing kepada LMDH sebesar Rp. 1,07 milyar dari dana bagi hasil produksi kayu tahun 2013 lalu, yang secara simbolis telah diterima paguyuban LMDH Cepu pada (30/9/2014).
Administratur (Adm) Perum Perhutani KPH Cepu, Endro Kusdijanto, mengemukakan, jumlah produksi kayu terus berkurang. Indikasi ini dapat dilihat dari jumlah sharing yang terus menurun dari tahun ke tahun.
Karena itu, Endro meminta, semua LMDH untuk meningkatkan peran dan fungsinya dalam mengamankan hutan. Tidak hanya dari pencurian, tapi juga kebakaran hutan.
Ketua paguyuban LMDH Cepu, Siswoto mengatakan, di wilayah KPH Cepu ada 45 LMDH, yang berada di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora.
Dari jumlah tersebut, 23 diantaranya berhak mendapatkan dana sharing dan seperti
tahun-tahun sebelumnya, yang tidak menerima sharing akan mendapatkan subsidi silang dariLMDH lainnya.
Tahun ini, ada tiga LMDH yang mendapatkan dana sharing terbesar, yaitu Wono Sumber Mulyo Desa Bleboh Rp. 208 juta, Wana Bestari Desa Singonegoro Rp. 144 juta dan Wana Jati Lestari Desa Nglobo Rp 132 juta, ketiganya berada di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. (ams)