Karyawan Subkon JOBP-PEJ Bantah Akan Demo

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Rencana demo pada Senin (6/10/2014) besuk, yang sebelumnya disampaikan Pn (30), salah satu karyawan eks PT.Supraco, subkontraktor Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ), bukanlah tentang tuntutan kenaikan gaji 30 persen kepada PT ABS. Melainkan tentang tali asih yang dijanjikan operator migas Blok Tuban.

Kepada suarabanyuurip.com, Pn (34), mengakui telah memberikan informasi yang salah tentang rencana demo menuntut kenaikan gaji 30 persen untuk tiga tahun kedepan kepada PT. ABS.

Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu menyatakan, telah ada kesepakatan dengan perusahaan pengganti PT Supraco yaitu PT ABS yakni kenaikan sebesar 15 persen meskipun masih ada negoisasi.  Selain itu juga proses perbaikan point point didalam kontrak kerja.

“Saya mohon maaf. Lain kali saya akan hati-hati kalau bicara dengan media,” ujarnya singkat saat ditemui suarabanyuurip.com, Sabtu (5/10/2014), sambil mewanti-wanti tidak menyebutkan identitasnya.

Dari informasi yang didapat suarabanyurip.com di lapangan, demo yang akan dilaksanakan warga Ngampel pada Senin besuk di Lapangan Sukowati Pad B batal dilakukan. Surat pemberitahuan yang sudah disiapkan tidak jadi dilayangkan ke polres Bojonegoro karena pihak JOB P-PEJ telah menyetujui permintaan warga berupa program sembako untuk warga Ngampel.

Baca Juga :   Amdal Lapangan Migas Sukowati Harus Direvisi Ulang

Tokoh masyarakat desa setempat, Pamuji mengatakan, sudah ada kesanggupan dari JOB P-PEJ untuk memenuhi permintaan warga. Yakni sanggup mengisi tenaga office boy yang ada di Pad B, tenaga operator genset di Pad A dan Pad B. Selain itu, segera menyelesaikan penyelesaian pembangunan toilet SDN Ngampel.

“Kesanggupan itu dinyatakan sendiri oleh Pak Basith Syarwani, selaku FAS JOB P-PEJ dan akan dilakukan secepatnya,” tegas Pamuji.

Sementara itu, FAS JOB P-PEJ, Basith Syarwani, sempat memprotes pemberitaan yang disampaikan Pn di suarabanyuurip.com pada Sabtu (4/10/2014), karena nilai tidak benar. Sebab rencana demo yang akan dilakukan warga ditujukan untuk permintaan tali asih bukan tuntutan eks karyawan PT Supraco.

“Tolong diklarifikasi,” tegas Basith kepada suarabanyuurip.com.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *