Penampungan Minyak Pertamina Diprotes Warga

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Puluhan Warga RT 02, Rw 02, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah, mendatangi  Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung milik Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Mereka memprotes bau tak sedap yang ditengarai berasal dari PPP Menggung.

Bau tak sedap itu sebelumnya telah lama dikeluhkan warga sekitar PPP Menggung. Bahkan warga sudah melaporkan masalah itu kepada pihak kelurahan untuk disampaikan kepada Pertamina EP Asset Cepu.

Namun keluhan itu sepertinya tak digubris salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Akhirnya kemarahan warga memuncak. Pada Minggu (5/10/2014) lalu, sekira pukul 21.00 WIB, mereka mendatangi lokasi PPP Menggung.

“Ini paling parah, Mas. Di dalam rumah baunya mulek sampai bikin pusing dan mual-mual,” kata Bagiyo kepada suarabanyuurip.com.

Menurut dia, aksi yang dilakukan warga adalah  sepontanitas, lantaran tidak tahan lagi dengan bau yang ditimbulkan minyak mentah. “Warga sepontan keluar rumah dan berkumpul mendatangi tempat penampungan minyak itu,” ujar Bagiyo.

Baca Juga :   Perangkat Desa Blok Cepu Dukung Fasilitas GPP Diaktifkan

Wisnu, warga lain, telah masuk ke penampungan untuk menemui penanggung jawab pengelola PPP Menggung. Namun usahanya sia-sia karena tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan.

Dia menduga ada prosedur yang tidak sesuai standart operasi operasi prosedur (SOP) sehingga bau minyak keluar dari lokasi penampungan. Bahkan baunya sangat menyengat. 

“Bau ini menjadikan warga khawatir. Bisa jadi bau itu berbahaya,” sambung Wisnu, menjelaskan.

Warga lainnya, Badan Purwanto, meminta Pertamina EP Asset 4 Field Cepu menghentikan pengiriman minyak mentah dari Tiung Biru (TBR) sampai ada solusi. Alasannya,  bau tak sedap yang menyengat itu berasal dari minyak TBR.

“Kalau pertamina tidak bisa menyelesaikan, tutup aja tiung biru,” tegas Badan.

Dihubungi terpisah, Humas Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Auliya Arbiani, membenarkan jika minyak yang berbau itu berasal dari tiung biru. Sementara dengan adanya aksi protes warga, hari ini, Selasa (7/10/2014), Pertamina sudah mengambil langkah.

“Saat ini bagian operasi kami sedang melakukan review di lapangan terkait hal ini,” ujar Auliya.(ams)

Baca Juga :   Pertamina Kuliahkan 21 Pemuda Kilang Tuban

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *