Warga Lima Desa Beli Air Hingga Ratusan Ribu

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Sedikitnya warga di lima Desa di Kecamatan Maduran dan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur harus mengeluarkan biaya ratusan ribu untuk mendapatkan air bersih. Ratusan kepala keluarga (KK) itu selama tiga bulan ini terpaksa harus membeli air bersih karena sumur dan telaga kering akibat kemarau panjang.

Kelima Desa tersebut yaitu Desa Gumantuk, Ngayung (Kecamatan Maduran), Desa Porodeso, Karang, dan Sungegeneng. S

“Setiap hari rutin membeli air mas. Rata-rata dua pikul jirigen harganya Rp5000,” kata salah satu warga Desa Porodeso, Nurhadi.

Untuk satu jirigen berisi 20 liter air. Jika dikalkulasi dalam sebulan ia harus mengeluarkan dana Rp150 ribu untuk membeli air bersih.

“Sebenarnya ya berat mas tapi tidak ada pilihan lagi karena air sumur dan telaga pada kering, “ keluhnya lagi.

Selama musim kemarau, banyak penjual air bersih yang diangkut dengan gerobak yang ditarik dengan motor. Mereka berkeliling ke warga di lima desa tersebut.

Salah satu penjual air warga Desa Porodeso, Dodot mengaku, rata-rata dalam sehari dirinya bisa menjual air hingga 200 jirigen. Sekali jalan bisa membawa 20 jirigen yang diangkut dengan gerobak.

Baca Juga :   Evakuasi Dihentikan Sementara, Tunggu Alat Berat Perusahaan Migas

“Sehari bisa jalan 10 rit mas,” sambung Dodot, mengungkapkan.

Air bersih diambil dari telaga di Desa Kembangan, Kecamatan Sekaran. Namun untuk mengambil air di telaga tidak gratis. Pihak desa menarik Rp1000 perjirigen.

“Kalau disamakan dagang, kulakannya Rp1000 dijual Rp2500 per jirigennya, Mas,“ ucap dia menerangkan.  Dodot mengaku bisa mengantongi penghasilan Rp100 ribu perhari itu.

Kepala Desa (Kades) Porodeso, M.Ghozali, mengaku, prihatin dengan kondisi warganya yang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air bersih.

“Kasihan warga yang ekonominya pas-pasan harus membeli air setiap musim kemarau, “ paparnya.

Dirinya berencana akan mengumpulkan empat kades lainnya untuk mengajukan langganan ke PDAM atau Perusahaan Jasa Tirta (PJT) agar bisa tersambung air PAM. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *