Kedelai di Blok Tuban Kerap Gagal Panen

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Tanaman kedelai milik warga sekitar Blok Tuban, utamanya di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak pernah panen dengan maksimal. Hal itu ditengarai akibat udara panas yang disebabkan adanya flare dari pemrosesan minyak mentah di Central Processing Area (CPA) di wilayah setempat.

Pantauan suarabanyuurip.com, Sabtu (11/10/2014), kedelai yang ditanam di lahan milik warga tersebut nyaris tidak berbiji. Padahal secara fisik, tanaman kedelai tersebut cukup sehat.

“Tidak pernah ada kedelai di sini yang bisa sampai berbiji,” kata Arik, (27), salah satu pemuda yang ditemui suarabanyuurip.com di Desa Rahayu.

Para petani di sana membenarkan, kalau biji kedelai yang mereka tanam bisa tumbuh subur. Daunnya hijau, dan bisa tumbuh dengan baik.

“Tetapi ya tidak pernah bisa berbiji,” sambung Sunar, salah satu petani setempat kepada Suarabanyuurip.com.

Mereka mengatakan, kalau hal itu bisa jadi akibat hawa udara di sana yang selalu panas karena adanya industri migas. Baik yang dilakukan oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) maupun pengelolaan gas yang dilakukan PT Gassuma.

Baca Juga :   Minta Waktu Selesaikan Tuntutan Karyawan

“Ya mungkin karena panas itu,” kata petani ini sambil menunjuk kobaran api flare.

Ketika ditanya apakah pernah mendapatkan kompensasi atau penjelasan, baik oleh PT Gassuma ataupun JOB PPEJ? Sunar justru enggan bercerita lebih detil. Kendati demikian pria paroh baya itu menginsyaratkan kalau sebenarnya kompensasi untuk tanaman kedelai yang gagal panen ini pernah ada untuk petani.

Field Admin Superintendant JOB PPEJ, Basith Syarwani, mengatakan kalau perusahaann sudah beberapa kali memberikan kompensasi atas gagal panen kedelai yang dialami warga.

“Sudah beberapa kali, tapi jumlahnya saya gak hapal,” sambung Basith kepada suarabanyuurip.com dikonfirmasi terpisah.

Dia berasalan saat ini sedang berada di Jakarta, sehingga tidak hapal berapa besar kompensasi yang diberikan kepada petani kedelai yang mengalami gagal panen. Basith juga mengaku lupa sudah berapa kali memberikan kompensasi kepada warga.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *