Antisipasi Kegagalan Konstruksi Waduk Prijetan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi melalui Rencana Tindak Darurat (RTD) jika Bendungan Prijetan di Lamongan, Jawa Timur alamai kegagalan konstruksi.

Perwakilan dari Kementerian PU, Hadi Nugroho, menyampaikan, adanya RTD ini akan mempercepat respon yang efektif mencegah terjadinya keruntuhan bendungan. Juga sekaligus mempersiapkan upaya-upaya untuk memperkecil resiko jatuhnya korban jiwa maupun harta benda jika terjadi keruntuhan bendungan.

Ia mengungkapkan, jika sampai terjadi genangan dari kegagalan konstruksi Waduk Prijetan, kerugian materiilnya diperkirakan mencapai Rp 173,5 miliar. Diperkirakan kondisi itu juga berdampak pada sekra 20.229 jiwa penduduk Lamongan yang tersebar di 27 desa di 3 kecamatan, yakni Kedungpring, Sugio dan Modo.

“Selain itu juga Bojonegoro. Ada 218 jiwa yang berada di 19 desa di 2 kecamatan, yakni Kepohbaru dan Baureno yang terkena dampaknya jika bendungan ini runtuh,” ujar Hadi Nugroho saat sosialisasi Penyusunan RTD di Aula Hotel Mahkota Lamongan, Selasa (14/10/2014).

Kegiatan ini dihadiri Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Agusjati Wiryono. Juga dari Dinas Pengairan PU Pengairan dan BPBD Lamongan, juga dari Dinas PU Pengairan dan BPBD Bojonegoro, dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga :   Ada Pungli Parkir Pantai Boom

Waduk Prijetan sendiri yang berada di Dusun Jatenan Desa Tenggerejo Kecamatan Kedungpring ini konstruksinya selesai dikerjakan pada tahun 1916. Irigiasi dari waduk ini dimanfaatkan oleh sekitar 4.600 hektar areal persawahan disekitarnya.

Volume waduk Prijetan mencapai 12,1 juta meterkubik dengan luas genangan waduk mencapai 1,7 meter persegi. Bendungan ini tipenya adalah urugan tanah homogen dengan fondasi tanah. Tingggi bendungannya mencapai 23 meter dengan volume tubuh bendungan mencapai 144 ribu meter kubik.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *