Bondol Jawa Serang Padi Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Para petani dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur resah karena serangan ribuan burung Pipit terhadap tanaman padi di sawahnya. Padahal hampar padi milik petani sekitar ladangt Migas Banyuurip, Blok Cepu ini rata-rata memasuki umur tiga bulan.  

Berbagai cara sudah dilakukan petani untuk menanggulanginya, namun serangan burung yang juga disebut Bondol Jawa ini kian menjadi-jadi. Bahkan sejak beberapa hari terakhir makin meluas hingga beberapa desa di wilayah Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Di Desa Sumengko, Kalitidu lahan pertanian yang mengandalkan irigasi dari Sungai Bengawan Solo itu pertengahan bulan Oktober ini menjadi sasaran burung Emprit (Lonchura Leucogastroides). Padahal kondisi tanaman yang berusia tiga bulan, butir padi belum berisi maksimal.

Petani di sana mengaku sudah berupaya menggunakan cara untuk menakut-nakuti pemakan padi. Yakni dengan memasang boneka orang-orangan, dan lain-lain yang dibuat dari plastik ditancapkan di pinggir maupun tengah sawah.

“Hampir semua petani sekitar Blok Cepu sudah memasang plastik, boneka orang-orangan, dan bendera dari plastik warna putih,” kata Moyong, petani setempat kepada suarabanyuurip.com, Rabu (15/10/2014).

Baca Juga :   Enam Bulan, 13 KDRT Terjadi di Blora

Petani asal Sumengko itu mengungkapkan, meski sudah dipasang boneka orang-orangan, burung emprit masih saja menyerang. Sehingga petani tetap menjaga tanamannya mulai pagi hingga sore.

“Kalau tidak dipasangi wedenan (boneka) ya rusak biji padinya, Pak. Biasanya serangan pagi antara jam 06.30 sampai 09.30 WIB. Sedangkan sorenya antara jam 14.00 sampai 17.30 WIB,” jelas Moyong yang mengaku memiliki lahan pertanian seluas 1 hektar.

“Meski sudah diberi boneka orang-orangan, tetap kami tunggui juga. Kalau tidak begitu burung Emprit tetap juga menyerang banyak,” sambung Supriadi petani lain. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *