SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat ring 1 Lapangan Migas Sukowati, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih menantikan program Corporate Social Responsibility dari operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), mengingat saat ini sudah memasuki bulan Oktober 2014.
Kepala Desa Ngampel, Pujianto, menyampaikan, sudah membuat proposal untuk program CSR yang disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). “Ada lima puluh item yang kami ajukan kepada JOB P-PEJ,†ujarnya.
Dia mengatakan, masing-masing program bernilai Rp 1 juta sampai dengan Rp 70 juta tergantung besar kecilnya program seperti pemberdayaan masyarakat, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. “Belum tahu kapan pelaksanannya,” imbuh Pujianto.
Sementara itu, Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur, berpendapat, belum terlaksananya program CSR perlu diketahui penyebabnya. Apakah karena sistem yang salah, ataukah ada kendala di lapangan lainnya.Â
“Setahu saya, dulu CSR dikelola oleh Komite Desa, tapi ekarang sudah tidak lagi,†kata Kordinator Divisi Advokasi FITRA Jatim, Miftahul Huda.
Dia mengungkapkan, pengelolaan CSR oleh Komite Desa akan lancar apabila dijalankan secara transparan baik perencanaan, pelaksanaan, dan anggaran. “Namun bila digelontorkan dengan cara fresh money, potensi penyimpangan pasti ada,” pungkas Miftahul Huda.(rien)