Warga Sukosewu Blokir Proyek Embung

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Warga Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghadang truk yang mengakut material tanah dari pengerukan lokasi pembuatan embung di desa setempat. Aksi yang diikuti puluhan warga ini dilakukan karena tidak adanya sosialisasi dari kegiatan tersebut, Sabtu (18/10/2014).

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sukosesu, Lutfi Rosadi, mengatakan, penghadangan tersebut karena Kepala Desa Wiwik, dan kontraktor pelaksana proyek belum sekalipun melakukan musyawarah dengan warga. Bahkan sosialisasi adanya proyek tersebut juga tak pernah dilakukan kepada warga.

“Sudah berkali-kali protes ke kepala desa, tapi belum ada tanggapan,” ujarnya, Sabtu (18/10/2014).

Pihaknya mengungkapkan, kegiatan ini tidak pernah melibatkan BPD dan masyarakat setempat. Padahal pembuatan embung di desanya dinilai merugikan, karena sudah ada embung yang hingga kini tidak dapat difungsikan sama sekali. Sehingga, akan sia-sia jika masih dilanjutkan dan tidak memberi manfaat bagi warga sekitar.

“Tanah  seluas 100 M3 x 40 M3 seharusnya bisa menghasilkan dengan disewa masyarakat, dan bisa menyumbang anggaran kepada desa. Kalau akan dibuat embung akan mubazir, wong embung satunya saja masih mangkrak,” ujarnya geram.

Baca Juga :   Inova Angkut Security Proyek Banyuurip Tabrakan

Dia menyatakan, warga tetap menuntut keterbukaan, dan meminta proyek pembuatan embung agar dihentikan, karena masyarakat tidak ada yang setuju. Apabila tidak didengarkan, maka pemblokiran akan terus berlangsung.

Sementara itu, Kepala Desa Sukosewu, Wiwik, belum memberikan konfirmasinya mengenai hal ini. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *