SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemuda sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mengatasnamkan Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045 akan mengirimkan petisi kepada sejumlah stakeholders. Mulai dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Bahkan kalau perlu ke Sekretariat Negara (Sekneg),” ujar perwakilan Tokoh Pemuda Untuk Banyuurip 2045, Nur Chamid kepada Suarabanyuurip.com Rabu (22/10/2014).Â
Dia menjelaskan, petisi tersebut berisikan tentang jaminan kesejahteraan masyarakat sekitar proyek, khususnya kelompok usia produktif. Saat ini, lanjut dia, tanda tangan dukungan pemuda di Gayam untuk petisi tersebut terus mengalir.
“Sudah sampai puluhan pemuda yang setuju, dan ini akan berlanjut ke desa sekitar proyek di Kecamatan Gayam,” ucapnya.
Menurut dia, menjelang masa berakhirnya proyek konstruksi Banyuurip dan kian dekatnya puncak produksi, para pemuda akan terancam menjadi pengangguran. Pemuda menilai, salah satu pekerjaan yang dapat dikerjakan adalah maintenance (perawatan) berupa pemotongan rumput. Namun ironisnya, pengerjaan tersebut dikerjakan oleh CV.Monek yang notabene perusahaan luar daerah Gayam.
“Kami menuntut agar EMCL tidak memperpanjang kontraknya,” ujar Chamid.
Dia mengatakan, CV.Monek akan habis masa kontraknya pada bulan November 2014. Selain itu, dalam petisi tersebut juga menuntut agar adanya sikap transparansi dan akuntabilitas dalam melibatkan peran aktif pemuda dalam hal perekrutan tenaga kerja.
Dia menegaskan, warga atau pemuda sekitar proyek dapat terlibat dan tersejahterakan secara berkelanjutan setidaknya minimal 30 tahun kedepan. Sebab, pengerjaan maintenance merupakan jangka panjang.
“Karena itu, kita menamai Koalisi Pemuda Untuk Banyuurip 2045. Ini salah satu solusi kongkrit untuk mengantisipasi pengangguran,” tambahnya lagi.(roz)