Desa Ring 1 Blok Cepu Darurat Kekeringan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menetapkan status darurat kekeringan di wilayahnya. Penetapan itu menyusul adanya pedoman isyarat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dan beberapa kejadian kekeringan yang meningkat.

“Terutama bagi ancaman krisis air bersih untuk kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Kepala BPBD Bojonegoro, Amir Syahid kepada suarabanyuurip, di Pendopo Malowopati saat dialog Jumat, (24/10/2014).

Dia menyampaikan, dari 19 Kecamatan di 66 Desa yang mengalami kekeringan, salah satunya adalah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, yang merupakan ring 1 Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu. Sebelumnya desa ini tidak pernah masuk peta kekeringan, namun kini meminta tambahan dropping air bersih.

“Sebelumnya Kecamatan Temayang tidak membutuhkan droping, hampir seminggu ini meminta kiriman,” ujar Amir, menerangkan.

Mantan Camat Balen itu mengungkapkan, untuk melakukan dropping air bersih BPBD Bojonegoro telah menyiapkan 5 armada truk tangki dengan kapasitas 5000 liter. Khusus wilayah barat kota termasuk Kecamatan Gayam, dropping dilakukan bekerjasama dengan operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Limited (EMCL).

Baca Juga :   Rexy : Itu Hanya Miskomunikasi

“Tahun ini kekeringan akan panjang hingga pertengahan Nopember,” imbuh Amir.

Sementara itu, salah satu warga di Dusun Kaliglonggong, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Tarmiji (40), mengaku, sudah dua bulan terakhir mengalami kesulitan air bersih karena sumber air dari sumur bor mulai berkurang.

“Kami hanya mengandalkan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hasri,” ujarnya singkat.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *