SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puso atau gagal panen kembali melanda sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Jumlah kerugian petani pun diperkirakan sampai Rp2,8 milyar.
Data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Tuban menyebut, jika pada musim kemarau tahun ini puso melanda dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Soko, sebagian ada di sekitar Blok Tuban, yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) dan Kecamatan Bancar, keduanya masuk wilayah Kabupaten Tuban.
“Kemungkinan puso akan meluas, karena musim kemarau tampaknya masih panjang,†kata Kepala Bidang (Kabid) Pangan dan Holtikultura Dispertan Tuban, Suparno, melalui pesan singkat, Jumat (24/10/2014).
Saat ini, total lahan puso di Tuban mencapai 481 hektar. Dengan rincian 425 hektar di Kecamatan Soko dan 44 hektar di Kecamatan Bancar. Jumlah kerugian yang diderita petani diperkirakan mencapai sekira Rp2,8 milyar.
“Dua kecamatan itu banyak persawahan yang tidak menggunakan air irigasi teknis, sehingga kesulitan air ketika tidak ada hujan,†kata Suparno.
Suparno mengklaim, kalau pihaknya sudah mengusulkan dan mengajukan bantuan ke Propinsi dan BPBD Tuban. Supaya petani mendapat bantuan berupa benih untuk petani dan juga sarana produksi.(edp)